• KANAL BERITA

DPC PDIP Laporkan Ujaran Kebencian di Medsos

Ketua DPC PDIP, Sudarto (tengah) menyampaikan keterangan terkait ujaran kebencian, Rabu (2/5). (suaramerdeka.com/Panuju Triangga)
Ketua DPC PDIP, Sudarto (tengah) menyampaikan keterangan terkait ujaran kebencian, Rabu (2/5). (suaramerdeka.com/Panuju Triangga)

KULONOROGO, suaramerdeka.com - Sebuah akun facebook, Nugraha Adhy Nuryanta, dilaporkan ke Polres Kulonprogo oleh Ketua DPC PDIP setempat karena mengunggah postingan yang diduga mengandung unsur ujaran kebencian, Selasa (1/5) malam. Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDIP Kulonprogo, Sudarto mengungkapkan, pihaknya menerima laporan dari kader terkait adanya kejadian ujaran kebencian melalui media sosial yang diduga dilakukan oleh warga Desa Kranggan, Kecamatan Galur tersebut pada Selasa (1/5) sore.

Melalui akun facebook-nya, Nugraha Adhy Nuryanta, ada postingan yang dinilai menciderai PDI. Postingan pertama menyebut-nyebut bahwa PDIP merupakan partai komunis. Selanjutnya di postingan kedua mengunggah foto Ketua Umum PDIP, Megawati, bersama Wali Kota Surabaya, Risma (Tri Rismaharini), Calon Wakil Gubernur Jatim, Puti Guntur Soekarno, serta Menteri Kelautan Perikanan, Susi Pudjiastuti, disertai tulisan yang mengatakan sebagai pasukan codot.

“Itulah dua hal sehingga saya harus mengambil langkah hukum agar semua masyarakat tahu bahwa PDIP tidak seperti yang disampaikan akun itu. Agar Nugraha bertanggung jawab atas yang disampaikan, karifikasinya biar di pengadilan. Sudah saya laporkan di Polres tadi malam,” katanya, Rabu (2/5).

Sudarta menyatakan, dia sebagai ketua DPC bertindak cepat dengan melaporkannya ke Polres Kulonprogo agar tidak terjadi anarkisme. Hal itu dilakukan untuk mengantisipasi agar tidak terjadi situasi dan kondisi tidak kondusif. Mengingat, sebelum dilaporkan ke Polres, sejumlah orang dari sayap partai PDIP mendatangi rumah Nugraha.

“Kami tidak melakukan pembiaran supaya tidak terjadi kondisi tidak kondusif. Kalau tidak saya handle bisa terjadi antar laskar dan sebagainya, sehingga tidak kondusif,” tutur anggota DPRD DIY tersebut.

Sudarto menambahkan, pihaknya belum mengetahui apa motif dari Nugraha melakukan postingan tersebut di media sosial. Secara pribadi dan organisasi, dia mau pun pengurus DPC PDIP Kulonprogo yang lain sebelumnya belum pernah bertemu mau pun mengenal Nugraha.

Kapolres Kulonprogo, AKBP Anggara Nasution, melalui Kasat Reskrim Polres Kulonprogo, AKP Dicky Hermansah, membenarkan pihaknya menerima laporan terkait ujaran kebencian dari Ketua DPC PDIP Kulonprogo tersebut. Menindaklanjuti hal itu, pihaknya telah memeriksa pelapor dan dua saksi lain dari PDIP. Terhadap terlapor juga sudah diperiksa namun statusnya masih sebagai saksi.

“Materi yang dilaporkan oleh pelapor terkait ujaran kebencian terhadap satu partai di Indonesia dan kepada mantan presiden RI,” katanya.

Sesuai perintah pimpinan, laporan tersebut dinaikkan ke penyidikan dan dirumuskan pasal-pasal yang terkait. Pihaknya akan melakukan gelar perkara apakah terlapor bisa dinaikkan statusnya sebagai tersangka.

“Sementara ini kami terapkan pasal 45a ayat 2 dan pasal 45a ayat 3 Undang undang ITE dan pasal 310 KUHP, ancaman maksimal enam tahun penjara,” katanya. 


(Gading Persada /CN40/SM Network)