• KANAL BERITA

Puluhan Kios Pasar Sarang Dua Tahun Dibiarkan Mangkrak

Puluhan kios di Pasar Sarang yang sudah dibangun sejak 2016, dibiarkan mangkrak dan sama sekali tidak difungsikan untuk pedagang. (suaramerdeka.com/Ilyas al-Musthofa)
Puluhan kios di Pasar Sarang yang sudah dibangun sejak 2016, dibiarkan mangkrak dan sama sekali tidak difungsikan untuk pedagang. (suaramerdeka.com/Ilyas al-Musthofa)

REMBANG, suaramerdeka.com - Sebanyak 20 kios di dalam komplek Pasar Sarang sudah dua tahun ini dibiarkan mangrak. Kios yang berpintu rolling door itu sampai saat ini belum juga diserahkan kepada pedagang setelah dibangun pada 2016 silam.

Pantauan suaramerdeka.com, Rabu (2/5) siang, 20 kios tersebut berada di sisi timur menghadap barat. Selama ini, teras kios digunakan oleh pedagang menggelar lapaknya untuk berjualan secara lesehan.

Kepala Pasar Sarang, Hanafi mengungkapkan, alasan belum ditempatinya 20 kios itu, lantaran belum ada petunjuk dari Pemkab Rembang. Menurutnya, fungsional 20 kios tersebut sepenuhnya merupakan kewenangan Kepala Disperindagkop.

Ia menjelaskan, 20 kios dibangun berbarengan dengan kios lainnya pada 2016 silam. Kios-kios dan los lainnya itu saat ini sudah ditempati para pedagang, termasuk pedagang lama. Sejauh ini, tidak ada pedagang lama yang tidak kebagian tempat.

Ia menyebut, berkaca pada pasar lainnya, umumnya kios pasar ditempati dengan model undian oleh para pedagang baru atau lama. “Ukuran kios sekitar 3 x 3 meter. Aturannya, apakah kios itu dihibahkan atau dijual-belikan, kan tidak tahu. Lebih jelasnya silahkan tanya Pak Isnan Kabid Pasar. Sebenarnya banyak pedagang yang menginginkan kios tersebut,” terang Hanafi.

Seorang pedagang, Ahmad Masudi berharap, 20 kios nganggur itu bisa segera ditempati. Pasalnya, saat ini banyak pedagang yang masih membutuhkan kios untuk berjualan. “Kemarin ada info, katanya persoalannya bagaimana sistem menenmpatinya. Pedagang berharap, penempat 20 kios harus riil dan transparan,” ujarnya.

Sementara itu, Bupati Abdul Hafidz saat dikonfirmasi mengungkap alasan mangkraknya kios selama dua tahun. Menurutnya, Pemkab masih gamang soal bagaimana sistem penempatan 20 kios untuk pedagang.

Satu sisi Pemkab tidak boleh menjual kios. Namun, saat kios diberikan secara cuma-cuma tentu saja banyak masyarakat yang meminatinya. Kondisi itu yang menurut Hafidz rentan menimbulkan kecemburuan sosial antar pedagang.


(Ilyas al-Musthofa/CN40/SM Network)