• KANAL BERITA

Menristek Dikti: Dosen Asing untuk Angkat Reputasi PT Dalam Negeri

Foto: Istimewa
Foto: Istimewa

BANDUNG, suaramerdeka.com - Menristek Dikti, M Nasir meminta keberadaan dosen asing di perguruan tinggi dalam negeri tak dipandang negatif apalagi sampai jadi geger seperti isu TKA belakangan ini.

"Kalau dianggap TKA itu terlalu menyederhanakan, karena mereka bisa meningkatkan reputasi PT, karena itu persyaratan mutlak kalau ingin masuk ke kelas dunia," katanya di Kampus Unpad Bandung, Rabu (2/5).

Menurut dia, staf pengajar asing itu masuk di antaranya melalui skema kolaborasi di antaranya melalui pertukaran dosen antara PT dalam negeri dengan luar negeri. 

Tak tertutup pula kemungkinan melakukan perekrutan dosen. Dia mencontohkan pencapaian King Fahd University of Petroleum and Mineral dalam meningkatkan kualitas pendidikannya.

"PT di Arab Saudi itu peringkatnya tak masuk 500 dunia, kemudian mereka berubah, 40 persen dosennya di antaranya ari luar negeri AS, Eropa, dan Australia. Sekarang, peringkatnya jadi 189, kita tertinggi 277," katanya.

Diingatkan mantan Rektor Undip itu, proses penggunaan jasa tenaga pengajar di pendidikan tinggi menganut prosedur ketat. Sejauh ini, jumlahnya pun tak banyak, masih di bawah 200 orang.

Kondisi itu berbeda dibandingkan ekspansi dosen dalam negeri ke mancanegara yang jumlahnya mencapai 1.000 orang. Karenanya, dia berharap PT di dalam negeri bisa memanfaatkan peluang tersebut.

"Kalau mau maju, kita itu tak bisa hidup sendirian di dunia. Tapi ini juga tergantung orang yang melihatnya, karena kalau dihembuskannya isu TKA jadinya negatif, padahal ini kolaborasi," katanya.


(Setiady Dwi/CN41/SM Network)