• KANAL BERITA

Polres Semarang Amankan 78.000 Butir Pil Koplo

BERI KETERANGAN: Mohammad Afsal Syah alias Gendon (41) warga Jalan Gajah Timur Dalam, Gayamsari, Kota Semarang memberikan keterangan terkait bagaimana mengedarkan pil koplo di kalangan pelajar, Rabu (2/5). (Foto: suaramerdeka.com/Ranin Agung)
BERI KETERANGAN: Mohammad Afsal Syah alias Gendon (41) warga Jalan Gajah Timur Dalam, Gayamsari, Kota Semarang memberikan keterangan terkait bagaimana mengedarkan pil koplo di kalangan pelajar, Rabu (2/5). (Foto: suaramerdeka.com/Ranin Agung)

UNGARAN, suaramerdeka.com - Sat Narkoba Polres Semarang meringkus Mohammad Afsal Syah alias Gendon (41) warga Jalan Gajah Timur Dalam, Gayamsari, Kota Semarang karena diduga telah memasok dan pengedarkan puluhan ribu pil koplo di area Kabupaten Semarang. Bersama Gendon, turut diamankan barang bukti 78 bungkus masing berisi 1.000 butir tablet berlogo Y dan satu tas kecil berisi 356 butir tablet berlogo Y.

“Gendon diringkus di Lingkungan Berokan, Bawen usai transaksi dengan Eko alias Tembong. Dari sana peran Gendon berhasil kita kembangkan,” kata Wakapolres Semarang, Kompol Cahyo Widyatmoko ketika gelar kasus di Polres Semarang, Rabu (2/5).

Dari pengembangan, diketahui bila pil yang dimaksud merupakan psikotropika jenis Alprazolam dan jenis Merlopam. Seluruh pil koplo tadi, menurut Wakapolres, posisinya sudah siap diedarkan. Adapun sistem transaksinya, Gendon memilih menggunakan layanan pesan singkat telepon selular.

“Sasaran peredarannya di kalangan pelajar SMP dan SMA. Itu diperkuat dengan banyaknya laporan dari wali murid dan guru terkait peredaran psikotropika tersebut,” ujarnya.

Kepada Polisi, Gendon menuturkan sudah setahun mengedarkan psikotropika tanpa izin farmasi itu. Pil koplo tersebut ia dapat dari memesan di media sosial facebook.

Atas perbuatannya, pelaku bakal dijerat dengan Pasal 197 dan atau Pasal 196 Undang-undang RI Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan. Ancaman hukumannya, paling lama 10 tahun dan denda paling banyak Rp 1 miliar.

Untuk menekan peredaran pil psikotropika di Bumi Serasi, Kompol Cahyo menegaskan, pihaknya telah menginstruksikan seluruh anggotanya untuk melakukan tindakan represif, preventif, disamping intensif memberikan himbauan di kalangan pelajar. “Pelajar di Kota Semarang dan Kabupaten Semarang sebatas jadi korban, mereka tergiur ajakan temannya yang menggunakan,” tegas Wakapolres.


(Ranin Agung/CN41/SM Network)