• KANAL BERITA

Ratusan Ton Bawang Impor Ilegal Ditemukan Masuk Brebes

TUNJUKKAN BUKTI : Ketua Dewan Pimpinan Nasional ABMI, Juwari menunjukan bukti bawang impor yang diduga ilegal, yang ditemukan telah masuk Brebes dan beberapa kota besar di Indonesia. (Foto: suaramerdeka.com/Bayu Setiawan)
TUNJUKKAN BUKTI : Ketua Dewan Pimpinan Nasional ABMI, Juwari menunjukan bukti bawang impor yang diduga ilegal, yang ditemukan telah masuk Brebes dan beberapa kota besar di Indonesia. (Foto: suaramerdeka.com/Bayu Setiawan)

BREBES, suaramerdeka.com - Asosiasi Bawang Merah Indonesia (ABMI) menemukan banyak bawang impor yang diduga ilegal masuk ke wilayah Kabupaten Brebes. Bawang impor asal India itu jumlahnya yang masuk diprediksi telah mencapai ratusan ton. Akibanya, harga bawang lokal yang saat ini sedang membaik mendadak anjlok.

Kondisi itu dikeluhkan para petani bawang merah, karena mereka mengalami kerugian besar. Bahkan, ABMI telah melaporkan temuannya tersebut ke Satgas Pangan, Kementerian Pertanian, Kementerian Perdagangan dan Balai Karantina untuk segera ditindaklanjuti. ABMI mendesak agar pemerintah  segera menghentikan impor bawang dan menindak tegas para importir yang mendatangkan bawang impor dengan memanipulasi standar mutunya.

"Ini kami temukan berawal dari keluhan para petani yang menjumpai bawang impor beredar di pasaran. Setelah kami pantau, ternyata benar. Kami juga telah mengantongi barang bukti bawang impor yang diduga ilegal ini," tandas Ketua Dewan Pimpinan Nasional ABMI pusat, Juwari, Rabu (2/5) di kantornya.

Dari pantauan lembaganya, ungkap dia, bawang impor jenis sayur itu masuk Brebes sudah sejak sebulan lalu. Bahkan, saat ini juga sudah beredar masif di pasar besar seluruh Indonesia. Di antaranya, Jawa Tengah, Jawa Timur, Jawa Barat, DKI Jakarta, Bali, Aceh, Padang dan Medan.

Kedatangan bawang impor membuat harga bawang petani lokal anjlok karena harga jualnya lebih murah.

"Kalau seperti ini dibiarkan, harga bawang lokal kami yakini akan terus turun, bahkan bisa sampai kisaran Rp 6.000/ kg. Karena itu, kami protes keras dan minta segera dihentikan," ujarnya.

Juwarso (34), salah seorang petani bawang merah mengaku, menemukan adanya bawang impor yang diduga ilegal beredar di wilayah Kecamatan Brebes. Proses pendistribusiannya dilakukan secara sembunyi-sembunyi.

Dia meminta, pemerintah untuk segera menghentikan impor bawang itu, apalagi diduga ilegal. Saat ini dampaknya juga sudah dirasakan petani karena harga bawang lokal yang sedang naik mendadak turun. "Kami saat ini sebenarnya mulai merasakan harga bawang yang baik, tetapi akibat adanya impor ini harga turun dari Rp 24.000/ kg menjadi Rp 20.000/ kg," pintanya.


(Bayu Setiawan/CN41/SM Network)