• KANAL BERITA

Surabaya Miliki Pusat Pelayanan Anak Berkebutuhan Khusus

Foto: Pemkot Surabaya
Foto: Pemkot Surabaya

SURABAYA, suaramerdeka.com - Bertepatan dengan momen Hari Pendidikan Nasional, Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini meresmikan Pusat Pelayanan Anak Berkebutuhan Khusus (PPABK), Rabu (2/5). Pusat pelayanan tersebut merupakan wujud kepedulian Pemerintah Kota (Pemkot Surabaya) terhadap anak-anak berkebutuhan khusus.

Risma mengatakan, fasilitas pelayanan anak berkebutuhan khusus dibangun untuk memeratakan layanan tanpa diskriminasi, memberikan ruang penanganan bagi ABK dengan kesulitan belajar umum maupun khusus melalui pemberdayaan orang tua serta mengembangkan wadah edukasi bagi orang tua, guru, serta guru pendamping kelas untuk pengasuh dan pendidikan efektif.  

“Seburuk apapun kondisinya, mereka tetap ciptaan Tuhan dan itu sama posisinya dimata Tuhan. Tidak ada lagi anak berkebutuhan khusus disembunyikan orang tuanya. Kita semua sama,” tegas Wali Kota Risma di sela-sela sambutannya.  

Di balik kekurangan ABK, Risma mengingatkan kepada orang tua bahwa Tuhan menyelipkan talenta yang tidak dimiliki oleh orang-orang pada umumnya. Ia pun optimistis anak-anak berkebutuhan khusus akan dibutuhkan di dunia pekerjaan. Alasannya, mereka dinilai fokus saat menyelesaikan pekerjaan, seperti halnya pembuatan chip mobil mewah

Sementara itu Kepala Dinas Pengendalian Kependudukan, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP5A) Antiek Sugiharti menyampaikan, ruangan ini tidak hanya diperuntukkan untuk ABK saja, melainkan melatih para orang tua agar dapat menangani putra-putrinya secara mandiri. “Orang tua akan dilatih bagaimana cara memberikan terapi yang sesuai untuk perkembangan buah hatinya dengan dibantu psikolog dan terapis,” urai Antiek.  

Untuk orang tua yang ingin mengkonsultasikan permasalahan putera/puterinya, dipersilakan datang ke Pusat Pembelajaran Keluarga (PUSPAGA) setiap hari pukul 09.00-16.00 WIB.

Wiji Lestari selaku Tim Psikolog Pusat Pembelajaran Anak (PUSPAGA) menambahkan, saat ini ada sekitar 20 orang masing-masing 10 orang psikolog dan 10 orang konselor yang siap membantu para orang tua dalam menangani dan mendampingi permasalahan ABK.


(Humas Pemkot Surabaya/CN41/SM Network)