• KANAL BERITA

Poros Tengah Diusulkan Jadi Jalur Alternatif Mudik

Antisipasi Macet Proyek Underpass Karangsawah

Foto: suaramerdeka.com/ dok
Foto: suaramerdeka.com/ dok

BREBES, suaramerdeka.com - Jalur poros tengah Kabupaten Brebes yang menghubungkan Kecamatan Ketanggungan dengan Kecamatan Bantarkawung diusulkan menjadi jalur alternatif saat arus mudik dan balik Lebaran mendatang.

Jalur itu bisa digunakan dalam mengantisipasi kemacetan di jalur selatan (Tegal-Bumiayu-Purwokerto), akibat adanya proyek pembangunan underpass di Desa Karangsawah, Kacamatan Tonjong, Brebes.

"Jalur ini (poros tengah) bisa dijadikan alternatif antisipasi kemacetan di jalur selatan karena ada proyek underpass. Ini kalau pemerintah daerah mau mengupayakan, karena masih ada sekitar 4 kilometer ruas jalan yang kurang nyaman," ungkap Wakil Ketua DPRD Kabupaten Brebes, Sudono di kantornya, Rabu (2/5).

Dia mengungkapkan, saat ini memang ada satu jalur alternatif untuk mengurai kemacetan akibat proyek underpass itu, yakni jalan Desa Kutamendala-Karangjongkeng-Purwodadi-Linggapura.

Namun diyakini jalan alternatif itu tidak akan mampu menampung banyaknya kendaraan pemudik saat Lebaran nanti. Untuk itu, pihaknya mengusulkan agar jalur poros tengah sepanjang 38 kilometer bisa juga dijadikan alternatif.

Apalagi, kondisi jalannya sudah layak dan semua jembatan juga sudah terbangun. Namun masih ada sekitar 4 kilometer jalan yang kurang layak dilalui, sehingga dibutuhkan solusi bersama.

"Jalur Ketanggungan-Bantarkawung ini selain tembus ke Bumiayu dan Purwokerto, juga tembus ke Cilacap. Jadi, pemudik yang mau ke daerah itu bisa diarahkan sejak pintu tol Pejagan," usulnya.

Menurut dia, dari jalur poros tengah Ketanggungan-Bantarkawung itu nantinya akan melalui Desa Ketanggungan, Baros, Cisereuh, Cikeusal, Jemasih dan Bantarkawung. Sedangkan titik sepanjang 4 kilometer yang belum nyaman dilalui berada di antara Jemasih dan Sindangwangi.

Namun persoalan yang dihadapi, untuk perbaikan jalan itu menggunakan anggaran apa. Mengingat, saat ini pemerintah daerah tidak mempunyai anggaran yang dialokasikan ke ruas tersebut. Hal itu yang perlu dibahas bersama untuk mendapatkan solusi terbaik.

"Kalau diperbaiki, minimal diurug untuk sementara, fungsinya sangat luar biasa. Selain untuk alternatif mudik, juga bisa digunakan masyarakat Kecamatan Salem yang akan menuju Banjarharjo karena jalurnya masih putus akibat longsor beberapa waktu lalu," ungkapnya.

Untuk itu, lanjut dia, pihaknya mendesak Bupati agar bisa mengambil sikap agar instansi terkait berinisiatif dapat memperbaiki jalan agar layak. Sehingga, bisa dilalui untuk jalur alternatif. "Saya yakin, kalau poros tengah ini difungsikan bisa mengurai kemacetan di jalur selatan saat Lebaran nanti," sambungnya.


(Bayu Setiawan/CN33/SM Network)