• KANAL BERITA

Pendidikan Jarak Jauh Tak Korbankan Mutu

Foto: suaramerdeka.com/ Setiady Dwi
Foto: suaramerdeka.com/ Setiady Dwi

BANDUNG, suaramerdeka.com - Penerapan pendidikan jarak jauh yang sudah mencakup 80 perguruan tinggi negeri dan swasta tak akan mengorbankan mutu. Tetap ada penjamin mutu yang mengawasi proses tersebut.

Penegasan itu dikatakan Menristek Dikti M Nasir usai memperingati Hari Pendidikan Nasional di Kampus Unpad Dipati Ukur Bandung, Rabu (2/5).

"Mutu tetap kita jaga, ada quality assurance-nya, dan kami terus melakukan evaluasi terhadap sistem pembelajaran daring ini," tandasnya.

Diingatkan, pendidikan jarak jauh itu tak sesederhana yang dibayangkan. Dalam operasionalnya, prosesnya yang dilakukan tak sekadar memindahkan file materi perkuliahan ke mahasiswa.

Ada interaksi dan diskusi di antara dosen dan mahasiswa. Bedanya, cakupannya lebih besar karena mampu menaikan rasio pengajaran hingga istilahnya 1 profesor bisa mengajar 1.000 mahasiswa.

Fasilitas yang disediakan untuk menggelar pendidikan jarak jauh yakni sistem pembelajaran daring (Spada) dan Indonesian Research and Educational Networks (IdREN). "Kendalanya cuma bandwith," tandasnya.

M Nasir menambahkan sistem pendidikan jarak jauh merupakan sebuah kebutuhan. Terlebih dengan kehadiran Revolusi Industri 4.0. Inovasi pendidikan secara digital tak bisa diabaikan.

Untuk keperluan tersebut, Kemenristek Dikti sudah menyiapkan 1.500 modul. Sejalan dengan itu, mereka juga menawarkan PTN dan PTS untuk menggelar pendidikan online tersebut.

Pendidikan jarak jauh tersebut juga diklaim bakal mampu menekan biaya pendidikan hingga setengahnya. Hanya saja untuk penerimaannya, khusus PTN akan dilakukan secara berbeda. Jalurnya akan berbeda tak seperti SBMPTN misalnya.

"Ini di luar SBMPTN, karena SBMPTN untuk pembelajaran yang face to face. Online memakai program lain, di antaranya karena jumlah mahasiswanya yang kemungkinan lebih besar," tandasnya.


(Setiady Dwi/CN33/SM Network)