• KANAL BERITA

Masuk Zona Merah, Sepuluh Persen SMK diJogja Terancam Ditutup

YOGYAKARTA, suaramerdeka.com - Sekitar 10 persen Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) masuk dalam zona merah. Efeknya, sekolah kejuruan ini terancam ditutup.

“Total ada 219 SMK di DIY dan 10 persen diantaranya masuk dalam zona merah,” tegas Pengawas SMK dari Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dikpora) DIY, Drs Purwanto usai mengisi materi dalam kegiatan UNIQLO Goes to School di SMK Taman Siswa, Jetis, Kota Jogja, Rabu (2/5).

Penetapan zona merah, diakui Purwanto tidak terlepas dari pemberlakuan Peraturan Gubernur (Pergub) Nomor 9 Tahun 2016 tentang Pendirian, Penambahan dan Penutupan SMA/SMK. Dalam aturan itu disebutkan bahwa sekolah yang masuk dalam zona merah dikarenakan jurusan-jurusan di sekolah tersebut lulusannya tidak terserap ke dunia kerja.

“Ternyata di Indonesia itu penyumbang pengangguran terbesar yakni lulusan SMK, tapi di Jogja itu SMA. Setelah dianalisa karena memang jurusannya tidak menarik dunia kerja. Makanya saat ini kami terus menggenjot setiap sekolah untuk menyiapkan jurusan yang mudah terserap. Ada lima sektor dimana perusahaan membutuhkan banyak tenaga kerja, seperti di sektor teknologi, kemaritiman, pertanian, pariwisata dan industri kreatif,” ungkapnya.

Dan UNIQLO, sebagai label busana global asal Jepang yang di Indonesia berada di bawah PT Fast Retaling Indonesia, diharapkan Purwanto benar-benar dapat menyerap tenaga kerja dari lulusan SMK serta SMA yang ada di DIY.

“Kami sambut baik adanya kunjungan UNIQLO ke sekolah, mereka bisa memanfaatkan lulusan sekolah ini terutama di bidang industri kreatif dan teknologi. Misalnya pemasaran yang didorong adalah model daring atau online. Lulusan SMK banyak kok yang sangat ahli di bidang itu,” papar dia.

Program UNIQLO Goe to School merupakan bagian CSR dari PT Fast Retailling Indonesia yang juga berlangsung di beberapa kota lain. Selain Jogja, mereka juga menyambangi Bandung, Surabaya dan Medan sebagai kota lokasi pembukaan toko terbaru UNIQLO.

“Kami berharap dapat terus melanjutkan program ini di banyak kota lain di Indonesia sebagai bagian dari komitmen kami untuk berpartisipasi dalam memperkaya kehidupan semua orang lewat pakain. Terpenting pula bagaimana sekolah dapat menyediakan lulusan yang ingin mengejar karir dalam industri ritel di UNIQLO saat mereka lulus nanti,” tandas President Director PT Fast Retailing Indonesia (UNIQLO Indonesia), Naoki Kamogawa.


(Gading Persada /CN33/SM Network)