• KANAL BERITA

Sekber Keistimewaan DIY Kutuk Keras Pembakaran Pos Polisi UIN Jogja

BERSIHKAN POS POLISI: Sejumlah anggota Sekber Keistimewaan DIY membersihkan pos Polisi di simpang tiga UIN Yogyakarta yang dibakar massa ketika terjadi kerusuhan saat unjuk rasa Hari Buruh Internasional, May Day. (Foto suaramerdeka.com/dok)
BERSIHKAN POS POLISI: Sejumlah anggota Sekber Keistimewaan DIY membersihkan pos Polisi di simpang tiga UIN Yogyakarta yang dibakar massa ketika terjadi kerusuhan saat unjuk rasa Hari Buruh Internasional, May Day. (Foto suaramerdeka.com/dok)

SLEMAN, suaramerdeka.com - Sekretariat Bersama (Sekber) Keistimewaan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) mengutuk keras aksi kerusuhan di simpang tiga Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga Yogyakarta saat unjuk rasa memperingati Hari Buruh Internasional, May Day, Selasa (1/5). Aksi tersebut berbuntut pembakaran pos polisi dan sejumlah tulisan vandalisme yang ditujukan kepada Raja Kraton Yogyakarta Sri Sultan Hamengku Buwono X.

“Kami mengecam aksi demonstrasi sekelompok gerombolan liar yang membuat anarkisme di Yogyakarta. Dan kepada aparat kepolisian harus berani menindak tegas para pelaku,” tutur Ketua Sekber Keistimewaan DIY Widhiasto Wasana Putra.

Widhiasto menjelaskan, setelah terjadinya aksi kerusuhan tersebut, pihaknya pada Selasa (1/5) petang langsung mendatangi lokasi di pos polisi yang dibakar. Di sana mereka melakukan melakukan pembersihan-pembersihan.

“Kami langsung menyobek bagian baliho yang berisi tulisan bernada ancaman persekusi terhadap Sri Sultan Hamengku Buwono dan juga menutup dengan cat sebanyak 5 titik tulisan vandalisme bernada sama di tembok pagar UIN,” papar dia.

Sekber Keistimewaan DIY, sebut dia, selalu siap menghadapi aksi-aksi sepihak yang menyerang duet kepemimpinan sah di DIY yakni Sri Sultan Hamengku Buwono X dan Sri Paduka Paku Alam X. Selain itu Sekber Keistimewaan DIY juga menyerukan kepada seluruh warga DIY untuk tetap solid, golong gilig, guyub rukun menjaga persatuan kesatuan. Serta mengedepankan toleransi dan tetap tunduk pada supremasi hukum.

“Menyerukan kepada semua pihak untuk tidak membuat aksi-aksi provokatif yang mengoyak kerukunan dan kondusifitas kamtibmas di wilayah DIY. Kami juga menyampaikan terimakasih kepada warga sekitar kampus UIN yang tanggap merespon aksi anarkisme gerombolan liar,” tegas dia.

Sebelumnya, Kepala Bidang (Kabid) Hubungan Masyarakat (Humas) Polda DIY, AKBP Yulianto menegaskan bahwa pihaknya sudah mengamankan tak kurang dari 60 peserta aksi yang berbuncut ricuh serta pembakaran pos polisi di simpang tiga UIN tersebut. Sejumlah barang bukti juga diamankan, seperti beberapa botol bom molotov serta spanduk-spanduk berisi kecamanan terhadap kepimpinan Sri Sultan Hamengku Buwono X dan tulisan penolakan pembangunan bandara di Kulon Progo.

“Kami menengarai aksi ricuh kemarin siang serta pembakaran pos polisi sudah terencana. Tampak dari sudah disiapkannya bom molotov dan kami mendapatkan sejumlah pesan singkat dari mereka yang diamankan yang berisi adanya rencana kerusuhan tersebut. Mereka ini berunjuk rasa tidak melapor terlebih dahulu ke Polsek setempat dan bukan dalam rangka memperingati May Day,” tegas Yulianto.


(Gading Persada /CN19/SM Network)