• KANAL BERITA

Peran Media Sangat Strategis dalam Membangun Optimisme Bangsa

Foto: suaramerdeka.com / dok
Foto: suaramerdeka.com / dok

JAKARTA, suaramerdeka.com - Media mempunyai kebebasan, namun sebaiknya mempertimbangkan kepentingan nasional, media juga jangan menjadi pengikut media sosial. Hal ini disampaikan mantan anggota Dewan Pers Agus Sudibyo dalam diskusi bertajuk 'Indonesia Optimis; Peran Konkret Media Membangun Optimisme Bangsa Melalui Pemberitaan'.

Diskusi ini diadakan Kaukus Muda Indonesia di Gedung Dewan Pers, Jalan Kebon Sirih No 32, Gambir, Jakarta Pusat. Hadir sebagai narasumber  Auri Jaya, Ketua Umum Serikat Media Siber Indonesia, Prof. Dr. Henry Subiakto, Staf Ahli Bidang Komunikasi dan Media Massa Kemenkominfo RI, Jodhi Yudono, Ketua Umum Ikatan Wartawan Online, Hariqo Wibawa Satria, Direktur Eksekutif Komunikonten, Institut Media Sosial dan Diplomasi, dan Agus Sudibyo, Pengamat Media.

"Saat bencana tsunami di Jepang, seperti ada pemahaman bersama insan pers, agar foto dan narasi yang dikeluarkan oleh media tidak banyak memuat kesedihan dan reruntuhan, hal ini untuk membangkitkan optimisme dan menjaga kepentingan nasional Jepang," jelas Agus Sudibyo.

Narasumber lainnya, Auri Jaya, Ketua Umum Serikat Media Siber Indonesia mengatakan bahwa media harus memberitakan fakta, memang kadangkala tidak sesuai dengan harapan masyarakat atau bahkan penguasa, namun itulah tugas media. "Yang terpenting adalah media jangan memuat hoax, ujaran kebencian, saya bersama teman-teman di SMSI memiliki komitmen yang kuat untuk itu, demikian juga dengan membangun optimisme bangsa lewat pers," jelas Auri Jaya.

Sementara itu, Jodhi Yudono, Ketua Umum Ikatan Wartawan Online dalam paparannya menjelaskan bahwa dirinya tetap optimis dunia pers Indonesia mampu menjadikan Indonesia ini lebih baik, masih banyak wartawan-wartawan idealis dengan kapasitas mumpuni yang kita miliki.

Menurut Jodhi, memang ada keresahan bahwa media semakin dipengaruhi oleh kepentingan bisnis dan politik. "Sekarang masyarakat sudah punya media sosial juga, mereka juga menilai media, karena itu di Ikatan Wartawan Online Indonesia, kami terus berbenah meningkatkan kompetensi wartawan, saya memanfaatkan kunjungan ke daerah dengan banyak diskusi non formal," kata Jodhi Yudono.


(Andika Primasiwi/CN26/SM Network)