• KANAL BERITA

Tunjangan Profesi Guru Madrasah di Jateng Segera Cair

KEBUMEN, suaramerdeka.com - Kabar gembira bagi para guru madrasah penerima tunjungan profesional guru (TPG) di bawah Kementerian Agama di Jawa Tengah.  Pasalnya  Kepala Kanwil Kementerian Agama Provinsi Jawa Tengah  Drs H Farhani SH MM menginformasikan bahwa TPG Terhutang tahun 2018 akan segera dicairkan.

"Sedikitnya ada Rp 900 miliar anggaran TPG Terhutang 2018 untuk guru-guru madrasah di Jawa Tengah telah disiapkan untuk segera dicairkan," ujar kata Kepala Kanwil Kemenag Jateng Farhani dalam Acara Pembinaan ASN Kementerian Agama yang dikemas dalam NGOPI (Ngobrol Seputar Pendidikan Islam) di ruang Petanahan Hotel Candisari Kebumen, baru-baru ini.

Dia mengatakan, keseriusan peningkatan mutu SDM pendidikan madrasah di Jawa Tengah menjadi salah satu program prioritas kementerian agama. Salah satu indikatornya adalah untuk anggaran kesejahteraan guru melalui tunjangan profesional guru.

Dalam kegiatan yang diprakarsai oleh Kelompok Kerja Kepala Madrasah (K3M)  MA dan MTs Kabupaten Kebumen juga menghadirkan Kepala Kantor Kemenag Kebumen H Imam Tobroni,  MM. 

Acara Ngopi dipandu oleh moderator Mahmudin selaku Ketua K3M MA  Kabupaten Kebumen sekaligus Kepala MAN 1 Kebumen.  Acara  diikuti  oleh 200 guru ASN MAN dan Mts N di lingkungan Kantor Kemenag Kebumen.

Antusiasme  peserta  Ngopi dari para guru dan ASN sangat luar biasa. Tidak sedikit yang menyampaikan unek-uneknya terkait TPG  terhutang tahun 2018. Para guru yang belum menerima tunjangan mengharap untuk segera dapat menerima. 

Pemintaan disampaikan oleh Arif guru yang sudah menanti TPG puluhan tahun dan  belum merasakannya tunjangan sertifikasi sampai hampir putus asa. Teti Qomariyah minta guru yang belum dapat TPG untuk segera diberikan jalan keluar. "Syukur jika ada kebijakan baru," katanya.

Kakanwil menjawab semua pertanyaan yang muncul dan meminta para guru yang sudah memenuhi ketentuan untuk segera melengkapi. Sedangkan  yang belum mendapat TPG untuk bersabar dan semoga akan ada jalan keluarnya.

Beri Apresiasi

Kepala Kantor Kemenag Kebumen Imam Tobroni mengapresiasi kegiatan ngopi tersebut mengingat dinamika pendidikan yang terus berubah dan berkembang membutuhkan ngobrol bersama antar stakeholder.  Selain untuk saling mendapat masukan acara ini juga untuk mencari problem solving atas masalah pendidikan madrasah yang ada. Apalagi guru yang dalam dunia pendidikan menjadi sutradara pembelajaran.

"Khususnya di era melinial,  era teknologi informasi harus terus berinovasi, mengubah mindset lama melalui cara membuka kran komunikasi dan dialog. Sehingga strategi mengelola pendidikan akan dapat berhasil optimal, tegas Imam Tobroni.

Moderator Mahmudin yang dikenal sebagai inisiator Beasiswa Leader Class di Kebumen mengatakan, Ngopi merupakan directing program Kemenag untuk menyapa para guru dan ASN madrasah yang membutuhkan pencerahan dan sekaligus  merupakan model komunikasi efektif di tingkat akar rumput.

"Kegiatan itu diharapkan  menjadi media saling sapa sehingga tidak ada jarak yang jauh antara pemimpin di tingkat atas dengan para pejuang pendidikan di tingkat bawah," ujarnya. 


(Supriyanto/CN39/SM Network)