• KANAL BERITA

Tim Gabungan Temukan Rokok Kadaluarsa

Pedagang Janji Lebih Jeli Lihat Barang Jualannya

Tim gabungan melakukan monitoring peredaran rokok tanpa cukai dan rokok bercukai palsu di wilayah Kecamatan Kejajar, kemarin. (suaramerdeka.com/M Abdul Rohman)
Tim gabungan melakukan monitoring peredaran rokok tanpa cukai dan rokok bercukai palsu di wilayah Kecamatan Kejajar, kemarin. (suaramerdeka.com/M Abdul Rohman)

WONOSOBO, suaramerdeka.com - Tim gabungan yang terdiri dari unsur Satpol PP, Kodim, Polres serta Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Wonosobo menemukan sejumlah rokok yang diperjualbelikan kadaluarsa.

Temuan rokok kadaluarsa tersebut saat tim gabungan melakukan kegiatan operasi dan monitoring peredaran rokok tanpa cukai dan rokok bercukai palsu yang digelar di sejumlah wilayah selama sepekan terakhir. 

Kepala Bidang Penegakan Perda Satpol PP Wonosobo, Sunarso mengungkapkan sepekan terakhir hasil operasi memang nihil temuan. Operasi telah dilakukan di wilayah Kertek, Sapuran, Kaliwiro, Wadaslintang, Garung dan Kejajar.

"Untuk rokok tanpa cukai maupun dengan cukai palsu tidak ada, tapi kemarin di wilayah Kecamatan Kejajar kami menemukan pedagang masih menjual rokok kadaluarsa,” ungkap dia, kemarin.

Terhadap temuan tersebut, tim gabungan sudah melakukan langkah sesuai prosedur, yakni mengamankan dan memberikan penyuluhan kepada pedagang agar ke depan lebih teliti lagi dalam memperjualbelikan rokok.

Hal itu dilakukan, demi melindungi kepentingan konsumen, agar jangan sampai muncul dampak negatif. "Para pedagang yang kedapatan menjual rokok kadaluarsa, sangat kooperatif dan berjanji lebih jeli melihat tanggal kadaluarsa rokok yang mereka jual," beber dia.

Kepala Seksi Bimbingan dan Penyuluhan, Bidang Penegakan Perda Satpol PP, Warjono menambahkan, kesadaran para pedagang tidak menjual rokok legal sudah bagus.

Dari kegiatan operasi yang mencakup enam wilayah, meliputi Kertek, Sapuran, Garung, Kejajar, Kaliwiro dan Wadaslintang tidak menemukan kasus berarti selain temuan rokok kadaluarsa. Tim akan terus melakukan monitoring dan pembinaan.

Tim bahkan berulangkali mendapat penjelasan dari para penjual rokok bahwa sudah lama mereka tidak menawarkan rokok ilegal. “Sekarang ini sejumlah pedagang menyebut distributor atau agen rokok ilegal juga sudah hampir tidak ada yang berani mendatangi toko atau kios mereka. Namun demikian, adanya kesadaran para pedagang tersebut tidak menyurutkan upaya pihaknya untuk melakukan monitoring secara berkala," beber dia.

Hal ini mengingat tujuan dari monitoring, selain menegakkan Undang-Undang Nomor 11 Tahun 1995 tentang Cukai, pedagang dilarang menjual rokok yang tidak dilekati cukai alias polos atau menjual rokok dilekati cukai tetapi palsu. Hal ini sebagai langkah antisipatif demi mencegah kerugian pada konsumen.

"Melalui monitoring, kami juga memberikan imbauan para pedagang agar tidak menjual produk-produk yang sudah masuk masa kadaluarsa, serta bersedia melapor apabila masih ada tawaran untuk menjual rokok ilegal," terangnya.


(M Abdul Rohman/CN39/SM Network)