• KANAL BERITA

Pemkab Diminta Serius Tata Ulang Angkutan

PASAR BARU : Pasar baru di Desa Besito, Kabupaten Kudus sepi pengunjung karena salah satunya dipicu jauh dari akses transportasi umum, kemarin. (suaramerdeka.com/Saiful Anas)
PASAR BARU : Pasar baru di Desa Besito, Kabupaten Kudus sepi pengunjung karena salah satunya dipicu jauh dari akses transportasi umum, kemarin. (suaramerdeka.com/Saiful Anas)

KUDUS, suaramerdeka.com -  Pemkab Kudus diminta menata secara serius angkutan umum di Kabupaten Kudus, terutama jalur-jalur strategis yang menjadi wujud nyata pelayanan masyarakat. Salah satunya adalah pasar-pasar tradisional mutlak membutuhkan transportasi umum yang layak dan memadai.

Wakil Ketua DPRD Kudus Dedhy Prayogo mengatakan, penataan ulang angkutan umum mutlak dilakukan di Kudus untuk mengantisipasi perkembangan moda transportasi online, dalam beberapa tahun ini.  Jalur-jalur startegis perlu mendapat perhatian serius.

 Dikatakan, Pemkab wajib menyediakan akses transportasi umum bagi masyarakat. Ia khawatir jika tidak ada perhatian kepada pelaku usaha transportasi umum, maka ke depan jumlah angkutan umum akan hilang.

Wakil rakyat asal Partai Golkar ini mencontohkan, pembangunan dan rehabilitasi pasar rakyat perlu ditunjang dengan sarana transportasi memadai. Namun, dia meyayangkan pembangunan sejumlah pasar baru belum dibarengi kemudahaan akses transportasi umum.

Pasar Sepi

‘’Pasar Baru di Wergu dan Pasar baru di Besito belum dilewati akses angkutan umum. Hal ini menyulitkan pengunjung yang hendak berbelanja ke pasar tersebut. Di sisi lain, pasar pun sepi karena pembeli tentunya memilih pasar yang mudah diakses,’’ katanya, Selasa (1/5).

Dedhy mengatakan, dalam laporan keterangan pertanggungjawaban Bupati Kudus akhir tahun anggaran 2017 dan akhir masa jabatan 2013-2018 disebutkan, persentase angkutan umum yang melayani wilayah yang tersedia jaringan trayek 60,14 persen.

Dedhy khawatir angkutan umum di Kudus semakin tersisih setelah munculnya transportasi online. ‘’Persentase angkutan umum yang melayani wilayah di Kudus perlu ditingkatkan, sehingga masyarakat lebih memanfaatkan transportasi umum ketimbang kendaraan pribadi,’’ katanya.

Menurut dia urusan perhubungan perlu diprioritaskan pada peningkatan kualitas dan kuantitas sarana dan prasarananya. Selain penataan dan penertiban sistem transportasi, perlu juga diimbangi dengan peningkatan perawatan lampu dan rambu lalu-lintas.

‘’Di saat kota besar di Indonesia sibuk menata transportasi umum, Kudus juga perlu melakukan langkah yang sama. Jika angkutan umum nyaman dan mudah diakses, tentunya warga tertarik menggunakannya,’’ katanya.


(Saiful Annas/CN39/SM Network)