• KANAL BERITA

Isi May Day dengan Pengobatan Gratis Hingga Pelayanan SIM dan STNK

Bupati Batang Wihaji ketika berbicara di depan para buruh saat mamperingati May Day di lapangan Dracik Batang. (suaramerdeka.com/Kasirin Umar)
Bupati Batang Wihaji ketika berbicara di depan para buruh saat mamperingati May Day di lapangan Dracik Batang. (suaramerdeka.com/Kasirin Umar)

BATANG, suaramerdeka.com – Bupati Batang, Wihaji mengatakan, sudah menjadi kebiasaan setiap merayakan Hari Buruh atau juga disebut May Day, diwarnai dengan unjuk rasa untuk menyalurkan aspirasi kepada pemilik perusahaan atau pemerintah. Namun kali ini beda. Para pekerja (buruh) merayakannya dengan duduk bersama, penuh keakraban beserta Tripatit (Tiga pihak), yakni buruh, pengusaha dan pemerintah.

“Hari ini rekan-rekan buruh merayakannya dengan aksi kumpul dengan pengusaha dan pemerintah dengan menggelar doa bersama, donor darah, pengobatan gratis, pelayanan SIM, dan STNK. Kegiatan yang terselenggara penuh keakraban ini diinisiasi oleh Pak Kapolres Batang yang mengundang perwakilan karyawan perusahaan se Kabupaten Batang,” kata Wihaji, saat menghadiri peringatan Hari Buruh Tingkat Kabupaten Batang di lapangan Dracik, Selasa (1/5).

Dikatakan, kegiatan tersebut menunjukkan keharmonisan antara buruh, pengusaha dan pemerintah, sebagaimana tema nasional yang diusung May Day is Fun Day (Hari Buruh adalah hari yang menyenangkan).

Menyinggung masalah Upah Minimum Kota/Kabupaten (UMK), Bupati mengatakan, UMK di Kabupaten Batang sudah lumayan jumlahnya, yaitu sebesar Rp.1.749.900,-. "UMK sudah lumayan sebesar Rp.1.749.900,- walau kurang sedikit atau 99 persen dari Upah Minimum Regional (UMR), artinya sudah bagus. Jika dilihat, UMK kita nomor delapan se Jateng. Oleh karena itu kalau ada masalah apa pun untuk dimusyawarahkan melalui Tripartit," ujar Wihaji.

Sementara itu Kapolres Batang, AKBP Edi Suranta Sinulingga menambahkan, kegiatan dalam memperingati Hari Buruh, dikemas agar bagaimana May Day itu tidak menjadi sesuatu yang menakutkan. “May Day kita kemas agar tidak menjadi sesuatu yang menakutkan, tetapi kita akan mengubah kondisi yang seperti itu dengan kegiatan - kegiatan positif bermanfaat untuk masyarakat dan bermanfaat pula bagi buruh sendiri,” kata Kapolres.

"Maka kegiatan May Day kita ubah dengan pengobatan gratis, donor darah, pelayanan perpanjangan SIM dan STNK. Kami akan merawat kondisi yang sudah kondusif dengan iklim investasi yang baik. Sehingga usaha di Batang bisa nyaman karena tidak ada aksi demo dari buruh yang berlebihan," pungkas AKBP Edi Suranta Sinulingga.

Sementara itu Ketua Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI) Kabupaten Batang, Bambang Suhartono mengatakan, upah buruh karyawan di Kabupaten Batang sudah hampir sesuai dengan UMR yang urutannya ke-8 dari 35 kabupaten dan kota se Jawa Tengah. “Kami berharap kepada buruh dalam merayakan May Day untuk tidak berbicara politik, tetapi berbicara tentang upah, namun melalui posedur yang benar agar kita tetap menjaga stabilitas kemanan di Kabupaten Batang,” ujar Bambang Suhartono. 


(Kasirin Umar/CN40/SM Network)