• KANAL BERITA

Anak-anak Diajak Melupakan Gadget, Sejenak

Komunitas Yuk Main Kudus mengajak anak-anak bermain permainan kreatif di Taman Gondangmanis, Kecamatan Bae, Kabupaten Kudus, Minggu (29/4). (suaramerdeka.com/Saiful Annas)
Komunitas Yuk Main Kudus mengajak anak-anak bermain permainan kreatif di Taman Gondangmanis, Kecamatan Bae, Kabupaten Kudus, Minggu (29/4). (suaramerdeka.com/Saiful Annas)

KUDUS, suaramerdeka.com - Lupakan dulu gadget, yuk....!!!  anak-anak kita ajak bermain di Taman Gondangmanis, Kecamatan Bae, Kabupaten Kudus. Ruang terbuka yang biasanya sepi, Minggu pagi itu, mendadak ramai oleh celoteh anak-anak.  Puluhan anak usia TK dan SD itu terlihat asyik dalam permainan kreatif yang digelar komunitas Yuk Main Kudus. Sejenak, mereka lupa dengan gadgetnya.

Duduk lesehan berkelompok, mereka diajak membuat kerajinan kreatif dipandu olah sukarelawan Komunitas ‘’Yuk Main’’. Kelompok anak-anak usia 3-5 tahun membuat gelang main-main, anak-anak kelompok usia 6-8 tahun membuat hiasan pensil, sementara kelompok usia 9-11 tahun membuat boneka jari.

Koordinator Yuk Main Kudus Lilik Erfana (35) mengatakan, kegiatan itu menjadi bagian dari agenda rutin playdate yang digelar komunitasnya setiap bulan. Agenda Minggu lalu menjadi spesial karena tak hanya bermain, anak-anak dan orang tua yang hadir dilibatkan dalam penggalangan dana amal.

‘’Hasil kegiatan ini kami sumbangkan untuk kegiatan Kurma, yakni buka bersama anak yatim Ramadan nanti,’’ kata Lilik.

Setiap anak diajak membuat dua buah kerajinan. ‘’Yang satu boleh dibawa pulang, yang satu kami lelang dalam market day usai kegiatan berlangsung. Hasilnya kami donasikan untuk kegiatan Kurma,’’ katanya.

Tak hanya untuk anak-anak, kegiatan komunitas itu juga melibatkan para orang tua. Di saat anak-anak bermain membuat kerajinan edukatif, para orang tua dipersilakan membuka lapak sederhana. Mereka boleh menjual kerajinaan atau makanan.

Keuntungan dari penjualan itu, sebagian diminta disisihkan sebagai donasi untuk kegiatan Kurma. ‘’Untuk kegiatan playdate bulan ini kami sengaja mengangkat tema berani berbagi. Selain anak-anak bisa bermain dan belajar, orang tua juga bisa terlibat dengan mengikuti bazar amal,’’ katanya.

Kecanduan Gadget

Komunitas Yuk Main Kudus terbentuk dua tahun lalu. Komunitas itu diinisiasi Lilik bersama seorang rekannya. ‘’Kami sama-sama memiliki anak yang bersekolah di sekolah yang sama. Saat itu kami gundah karena anak-anak cenderung memilih bermain ponsel, karena itu kami sebagai orang tua berinisiatif membuat kegiatan yang menarik bagi anak,’’ katanya.

Bulan lalu, misalnya, komunitas itu mengajak anak-anak berkebun. Anak-anak diajak menanam sayuran di kebun gizi di Desa Kramat, Kecamatan Kota. Lilik mengatakan, komunitasnya sengaja melibatkan peran orang tua, agar mereka juga bisa membuat kegiatan menyenangkan di rumahnya.

Dengan berkegiatan kreatif, anak-anak pun bisa mengurangi kecanduannya untuk bermain gadget. ‘’Setiap playdate digelar, kami juga berbincang dengan orang tua bagaimana mencari ide membuat permainan edukatif sendiri yang menarik di rumah,’’ katanya. 


(Saiful Annas/CN40/SM Network)