• KANAL BERITA

Penanganan Infrastruktur Diprioritaskan

Bupati Brebes, Idza Priyanti, meninjau lokasi banjir Sungai Erang di Desa Kalierang, Kecamatan Bumiayu, Brebes. (suaramerdeka.com/Teguh Inpras)
Bupati Brebes, Idza Priyanti, meninjau lokasi banjir Sungai Erang di Desa Kalierang, Kecamatan Bumiayu, Brebes. (suaramerdeka.com/Teguh Inpras)

BREBES, suaramerdeka.com - Bupati Brebes, Idza Priyanti menegaskan, infrastruktur jalan dan jembatan terdampak banjir besar, pekan lalu, di Desa Kalierang, Kecamatan Bumiayu, akan mendapatkan prioritas penanganan.

‘’Perbaikan infrastruktur tentu jadi prioritas. Sementara ini akan tangani melalui kegiatan tanggap darurat dengan anggaran di Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD). Tanggap darurat ini artinya (penanganan) secepat-cepatnya harus dilakukan,’’ kata Bupati, saat meninjau kawasan terdampak banjir di Desa Kalierang, Kecamatan Bumiayu, Selasa (1/5) siang.

Di lokasi itu, Bupati didampingi antara lain Kepala Dinas Komunikasi Informatika dan Statistik (Diskominfotik), Jauhari, Kepala Satpol PP, Budi Dharmawan, Sekretaris Dinas PU, Taryono, melihat sejumlah kerusakan infrastruktur akibat banjir.

Ada pun untuk penanganan secara permanen, Bupati mengaku masih akan melihat pos anggaran yang tersedia. ‘’Jika memungkinkan penanganan permanen akan dilakukan melalui anggaran dalam APBD Perubahan atau APBD 2019,’’ kata dia. 

Seperti diberitakan sebelumnya, hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur kota Kecamatan Bumiayu menyebabkan ratusan rumah di Desa Kalierang terendam banjir. Banjir yang berasal dari luapan anak Sungai Erang itu juga menggenangi sejumlah lokasi jalur utama Kota Bumiayu.

Sementara luapan Sungai Erang menyebabkan jembatan penghubung Krajan-Pesantren putus. Kemudian belasan bangunan rusak. Satu unit mobil Suzuki Carry dan empat sepeda motor hanyut terseret banjir.

Dukungan Warga

Dalam penanganan banjir, Bupati mengharapkan partisipasi dan dukungan masyarakat antara lain tidak mendirikan bangunan di atas tanggul sungai atau garis sempadan sungai.

‘’Secara aturan kan itu (bangunan di atas tanggul sungai) dilarang karena berdampak pada penyempitan sungai sehingga mengurangi daya tampung sungai yang pada akhirnya menyebabkan banjir,’’ katanya.

Selain itu, warga juga diharapkan membuang sampah pada tempatnya. ’’Jangan dibuang ke sungai atau saluran air,’’ imbuh Bupati.

Kepala Desa Kalierang, Amar Khumaedi, berharap penanganan infrastruktur jalan dan jembatan rusak dapat direalisasikan, karena fungsinya sangat vital bagi aktivitas dan mobilitas masyarakat. Selain itu, pihaknya mengusulkan  pembangunan Bendung Damrau di hilir Jembatan Kalierang.

Bendung Damrau, selain untuk pengairan puluhan hektare sawah juga berfungsi menahan laju arus sungai Erang. ‘’Sejak Bendung Damrau jebol, arus sungai menjadi deras. Kami berharap pemkab bisa membangun kembali infrastruktur bendung tersebut untuk menahan laju air sungai,’’ ujarnya.


(Teguh Inpras Tribowo/CN40/SM Network)