• KANAL BERITA

Pemuda Bacok Ibu Kandung dan Keponakan

Korban pembacokan Daurip (kiri) dimintai keterangan atas kejadian yang dialami oleh anggota Polsek Karanganyar di RSUD Kajen kemarin. (suaramerdeka.com/Siti Masithoh)
Korban pembacokan Daurip (kiri) dimintai keterangan atas kejadian yang dialami oleh anggota Polsek Karanganyar di RSUD Kajen kemarin. (suaramerdeka.com/Siti Masithoh)

PEKALONGAN, suaramerdeka.com - Ramalani (33), seorang pemuda, warga Dusun Sontel, Desa Legokkalong, Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Pekalongan, nekat membacok ibu kandung dan keponakannya, lantaran masalah sepele, tersinggung saat dibangunkan dari tidur.

Berdasarkan informasi kejadian di rumah korban dan pelaku, berawal ketika ibu kandung Daurip (57) membangunkan pelaku yang sedang tidur di kamar untuk mandi dan makan yang sudah disiapkan. Usai membangunkan, kemudian korban melaksanakan Shalat Zuhur.

Pelaku yang terbangun semula pergi ke kamar mandi, namun selang beberapa menit, tanpa sebab pasti tiba-tiba pelaku menghampiri keponakan yang masih mainan handphone yakni Eko Mugiwiyarso (23) di ruang tengah dengan membawa golok dan membacok kepalanya sebanyak dua kali.

Tidak berhenti di situ, pelaku juga menghampiri ibu kandungnya yang sedang shalat dan membacoknya dengan golok dua kali di lokasi tidak jauh dari ruang tengah. Atas kejadian tersebut Eko mengalami luka sobek di kepala dan tangan kanan, sedangkan Daurip mengalami luka di dahi dan kepala.

Kasubag Humas Polres Pekalongan, Iptu Akrom mengatakan, para tetangga yang mendengar adanya teriakan langsung menghampiri tempat kejadian perkara. Warga langsung melarikan para korban ke RSUD Kajen untuk mendapatkan perawatan dan melaporkan pelaku ke pihak kepolisian.

‘’Kami masih mendalami kasus yang terjadi. Jika memang pelaku sengaja melakukan perbuatannya maka akan dikenakan Pasal 44 Ayat 2 juncto Pasal 5 a UU No 23 Tahun 2004 tentang Penghapusan Kekerasan dalam Rumah Tangga. Kondisi korban masih menjalani perawatan,’’ paparnya. 


(Siti Masithoh/CN40/SM Network)