• KANAL BERITA

Kasus Tanah PA, Pengacara Ditahan

Ida Nursanti (dua dari kiri) keluar dari kantor kejari Blora usai pemeriksaan. Dia selanjutnya ditahan di Rutan Blora sejak Senin (30/4). (suaramerdeka.com/Abdul Muiz)
Ida Nursanti (dua dari kiri) keluar dari kantor kejari Blora usai pemeriksaan. Dia selanjutnya ditahan di Rutan Blora sejak Senin (30/4). (suaramerdeka.com/Abdul Muiz)

BLORA, suaramerdeka.com - Kejaksaan Negeri (Kejari) Blora menahan seorang pengacara, Ida Nursanti, tersangka perkara dugaan korupsi pengadaan tanah pembangunan Pengadilan Agama (PA) Blora, Senin (30/4). Tersangka selanjutnya ditahan selama 20 hari dan dititipkan di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Blora untuk kepentingan penyidikan lebih lanjut.

‘’Memang benar, satu tersangka atas nama Ida Nursanti sudah kami tahan sejak Senin sore,’’ ujar Kepala Kejari Blora, Yulitaria, melalui Kepala Seksi Intelejen, Dafit Supriyanto, kemarin.

Penahanan dilakukan setelah tersangka menjalani pemeriksaan dari panggilan kedua yang dilayangkan Kejaksaan.

Ida Nursanti sebelumnya tidak hadir di pemeriksaan pertama pada Jumat (27/4), dengan alasan sakit. Pihak keluarga Ida Nursanti masih enggan berkomentar banyak menanggapi penahanan dan upaya hukum yang akan dilakukan.

‘’Kami akan koordinasi dulu dengan pengacara. Untuk sementara kami belum berkomentar dulu,’’ tandas Okta, yang mengaku anak Ida Nursanti dan dihubungi melalui telepon kemarin.

Dengan telah ditahannya Ida Nursanti, berarti masih ada dua tersangka lagi yang belum ditahan. Dia adalah Mukhidin dan Riyanto. Menurut rencana, keduanya yang pernah bertugas di PA Blora itu akan diperiksa Kejaksaan pada Kamis (3/5) mendatang. Apakah keduanya akan ditahan juga?  ‘’Tunggu saja pada hari pemeriksaan,’’ jawab Dafit Supriyanto.

Kasus pengadaan tanah PA Blora mencuat sejak 2008. Bahkan salah seorang tersangkanya yakni Sumadi, sudah divonis penjara selama lima tahun berdasarkan putusan Mahkamah Agung (MA). Hukuman yang dijatuhkan MA itu lebih berat dibanding vonis Pengadilan (Negeri) Tipikor Semarang April 2015 selama 18 bulan penjara.

Vonis Diperberat

Sumadi, yang bertugas di Pengadilan Agama Sragen saat itu mengajukan banding ke Pengadilan Tinggi Tipikor Semarang dan dikabulkan. Namun jaksa mengajukan kasasi ke MA. MA dalam putusan Mei 2016 akhirnya menjatuhkan vonis hukuman lima tahun penjara kepada Sumadi yang juga mantan panitera pengganti di PA Blora.

Berkas putusan tersebut menjadi salah satu bahan bagi Kejari Blora dalam melakukan penyelidikan lanjutan. Apalagi ada tiga nama lain yang juga telah ditetapkan sebagai tersangka oleh kejaksaan di tahun 2010. Ketiga orang itu adalah pemilik tanah Ida Nursanti serta pegawai PA Blora Mukhidin dan Riyanto selaku pejabat pengadaan tanah.

Sekadar diketahui, kasus penyimpangan pengadaan tanah seluas 5.000 m2 untuk pembangunan kantor PA Blora di Jalan Blora-Cepu KM 3, Desa Seso, Kecamatan Jepon, Blora, masuk ke ranah hukum karena tanah itu dibeli PA Blora dengan harga lebih mahal.

BPKP Jateng dalam audit investigasi menemukan kerugian keuangan negara Rp 1,356 miliar. Pengadaan tanah gedung PA itu mendapat bantuan anggaran dari APBN sebesar Rp 2,239 miliar. Meski pengadaan tanahnya bermasalah, namun pembangunan gedung PA tetap jalan dan sejak beberapa tahun lalu telah berdiri gedung megah kantor PA Blora. 


(Abdul Muiz/CN40/SM Network)