• KANAL BERITA

Nelayan Cantrang Minta Area Tak Dibatasi

BERSANDAR: Sejumlah kapal nelayan tengah bersandar di alur Sungai Juwana baru-baru ini. (suaramerdeka.com/Beni Dewa)
BERSANDAR: Sejumlah kapal nelayan tengah bersandar di alur Sungai Juwana baru-baru ini. (suaramerdeka.com/Beni Dewa)

PATI, suaramerdeka.com - Nelayan kapal yang tetap menggunakan cantrang meminta agar wacana pembatasan area melalut dapat dibatalkan. Mereka khawatir aturan pembatasan itu bisa memicu kerawanan atau gesekan antar nelayan di lapangan.

Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Pati, Rasmijan, mengakui persoalan tersebut menjadi kendala bagi para nelayan. Pasalnya Menteri Susi mengeluarkan edaran hanya diperbolehkan di jalur dua.

‘’Padahal jalur dua itu ramai. Kalau memang seperti itu kan malah jadi permasalahan. Dari pada nantinya malah benturan dengan nelayan kecil,’’ ujarnya.

Namun, dalam pertemuan antara keamanan laut,dan dirjen, nelayan tetap meminta agar wilayah melaut nelayan cantrang diberi area seperti sebelumnya. ‘’Akhirnya kami tetap melaut seperti biasa. Untungnya hingga sekarang tidak ada masalah. Kan malah lucu dulu izin provinsi saja biasa kok sekarang malah dibatasi,’’ ujarnya.

Dirinya bersyukur, adanya gerai dari kementerian kelautan membuat mereka menjadi lebih mudah dalam kepengurusan izin. Meski pun SIPI tidak dikeluarkan namun gerai telah mengeluarkan surat keterangan melaut (SKM) dan surat persetujuan melaut (SPM).

‘’Sekarang ini untuk perizinan sudah tidak ada permasalahan lagi. Nelayan sudah tidak khawatir saat hendak melaut,’’ terangnya.

Hal tersebut berbeda dari beberapa waktu lalu saat masa transisi. Sejumlah kapal warga Juwana ditangkap di Surabaya lantaran diduga melanggar ketentuan.

‘’Padahal saat melaut kala itu nelayan sudah membawa dasar inpres dari presiden, petisi dari perwakilan nahkoda dan bupati wali kota,’’ terangnya.


(Beni Dewa/CN40/SM Network)