• KANAL BERITA

Lesu, Wabup Gerakkan Produksi Gula

Petani tebu di Kecamatan Sragi Kabupaten Pekalongan melakukan prosesi selamatan giling PG Sragi. (suaramerdeka.com/Nur Khaerudin)
Petani tebu di Kecamatan Sragi Kabupaten Pekalongan melakukan prosesi selamatan giling PG Sragi. (suaramerdeka.com/Nur Khaerudin)

PEKALONGAN, suaramerdeka.com - Dalam beberapa tahun terakhir, aktivitas pabrik gula lesu, menyusul makin menyusutnya lahan tebu dari tahun ke tahun. Kondisi ini berdampak pada petani yang juga tidak bersemangat sehingga produksi gula dari pabrik-pabrik lokal terus menurun.

Untuk itu, Wakil Bupati (Wabup) Pekalongan, Arini Harimurti, memotivasi dan terus menggelorakan semangat para petani tebu di Kabupaten Pekalongan, untuk kembali bergerak dan semangat dalam meningkatkan produksi gula.

"Bahwa hal ini menjadi tanggungjawab bersama antara Pemkab Pekalongan, dan juga seluruh jajaran PG Sragi, agar usaha gula ini menjadi 'manis' kembali. Mari kita tetapkan strategi dan inovasi-inovasi agar pertebuan kita menjadi maju,’’ kata Wabup, saat menghadiri kegiatan Selamatan Giling Pabrik Gula (PG) Sragi, Senin pagi (31/4).

Menurutnya, lahan tebu sekarang ini makin berkurang, dan petani tebu lesu, sehingga produksi mengalami pengurangan. Padahal kegiatan produksi PG Sragi dinilai mampu menggerakkan perekonomian masyarakat sekitar.

Maka, ketika terjadi kelesuan petani dan lahan tebu terus berkurang, dikhawatirkan perputaran roda ekonomi menjadi lambat. ‘’Kalau usaha tebu menguntungkan, maka petani akan datang, seperti rumus 'di mana ada gula di situ ada semut'," kata Wabup.

Arini menyampaikan, terima kasih dan apresiasi pada PG Sragi yang telah melaksanakan kegiatan Selamatan Giling. Kegiatan tersebut merupakan selamatan dan rasa syukur akan dimulainya kegiatan menggiling gula.

Target Produksi

Dalam acara itu hadir Direktur Utama PTP IX Iryanto Hutagaol, Manager PG Sragi Widodo, Perbankan dan beberapa OPD terkait, Wabup menyampaikan harapan agar acara giling menjadi lancar dan barokah, serta mendatangkan kemaslahatan bagi seluruh masyarakat.

Direktur Utama PTP Nusantara IX Solo, Iryanto Hutagaol, menambahkan kebutuhan gula industri dan masyarakat Indonesia sekitar 3,4 juta ton. "Namun kita hanya bisa mensuplai 20 persen dari kebutuhan, selebihnya kita mengimpor. Oleh karena itu peluang bisnis gula sesungguhnya terbuka lebar, hanya tergantung kemauan kita saja," tambahnya.

PG Sragi optimistis musim giling tahun ini mampu memproduksi gula kristal hingga 18.000 ton dari 3.900 hektare lahan menghasilkan 257 ton tebu, dengan rendemen 7,21 persen. "Insya Allah PG Sragi akan beroperasi hingga bulan Agustus mendatang, untuk musim giling ini," ungkap Iryanto. 


(Nur Khaeruddin/CN40/SM Network)