• KANAL BERITA

Depresi Kambuh, Ibu Kandung Tewas Dimutilasi

Kabag Ops Polres Klaten Kompol Rochadi Pamungkas menunjukan senjata tajam barang bukti kasus pembunuhan ibu kandung, Senin (30/4). (suaramerdeka.com/Achmad Hussain)
Kabag Ops Polres Klaten Kompol Rochadi Pamungkas menunjukan senjata tajam barang bukti kasus pembunuhan ibu kandung, Senin (30/4). (suaramerdeka.com/Achmad Hussain)

KLATEN, suaramerdeka.com - Juwariyah (60), warga Dusun Pepa RT 6/ RW 3, Desa Pepe, Kecamatan Ngawen, Kabupaten Klaten, tewas dimutilasi anak kandungnya, Dwi Budiyanto (33) yang mengalami gangguan jiwa. Pedagang makanan itu tewas dengan kepala luka parah di ruang tamu rumah.

Keterangan di lokasi kejadian menyebutkan, aksi pembunuhan itu diketahui suami korban, Daryanto (60) pada Minggu (29/4) pukul 21.00 WIB. Saksi yang pulang dari menghadiri hajatan di rumah tetangga, kaget saat membuka pintu rumah. Di lantai kamar tamu dilihatnya istri sudah terkapar dengan darah bercecaran di keramik lantai.

Lebih kaget lagi saat melihat istrinya terbujur dengan kondisi mengenaskan kepala luka parah. Tak jauh dari tubuh korban, pelaku duduk tanpa merasa bersalah. Melihat kejadian itu, saksi berlari keluar rumah meminta tolong warga yang masih berada di lokasi hajatan.

"Saat bertemu warga dan bercerita, saksi langsung pingsan," ungkap Juwadi, tetangga rumah korban, Senin (30/4).

Warga yang mendapat laporan kejadian itu langsung ramai-ramai ke lokasi. Pelaku pun tidak melawan saat dibawa keluar rumah dan diikat di pohon. Kejadian itu dilaporkan ke Polsek Ngawen yang langsung berkoordinasi dengan Polres Klaten. Petugas gabungan mendatangi lokasi pukul 23.00 WIB untuk meminta keterangan saksi, melakukan olah tempat kejadian perkara dan mengevakuasi jenazah ke RSUD Dr Soeradji Tirtonegoro.

Senjata Tajam

Dari lokasi kejadian, petugas mengamankan sebilah senjata tajam jenis bendo yang digunakan membunuh korban. Pelaku yang hanya mengenakan kaos dan celana pendek berlumur darah dibawa ke RSJD Dr Soedjarwadi untuk dilakukan observasi kejiwaan.

Menurut Juwadi, sebelum kejadian pelaku dan korban berada di rumah berdua sebab ayahnya ke lokasi hajatan. Sebelum kejadian, sejak pagi sampai malam pun, tidak ada masalah antara korban dan pelaku. Namun selama ini memang Budiyanto terganggu jiwanya dan beberapa kali dibawa keluarga ke RSJD agar sembuh.

Kapolres Klaten AKBP Juli Agung Pramono melalui Kabag Ops Kompol Rochadi Pamungkas dan Kasat Reskrim AKP Suardi Jumaing mengatakan posisi korban masih berada di kamar tamu dengan kepala luka parah. "Dari hasil pemeriksaan sementara, pelaku yang  merupakan anak kandung mengalami gangguan kejiwaan," jelasnya.

Sejumlah saksi menguatkan keterangan itu dan catatan medis dari RSJD. Pelaku kontrol terakhir pada 9 Februari 2018. Penyidik belum bisa memastikan motif aksi itu sebab saat diperiksa keterangan pelaku tidak nyambung. Proses hukum lanjutan masih akan menunggu hasil observasi dokter jiwa. Polres memiliki waktu 20 hari untuk melanjutkan proses hukum kasus itu. 


(Achmad Hussain/CN40/SM Network)

Loading...
Komentar