• KANAL BERITA

Pasar Sale Bisa Difungsikan Tanpa Serah Terima

KUMUH: Bagian dalam Pasar Sale di Desa Wonokerto Kecamatan Sale.(suaramerdeka.com/Ilyas al-Musthofa)
KUMUH: Bagian dalam Pasar Sale di Desa Wonokerto Kecamatan Sale.(suaramerdeka.com/Ilyas al-Musthofa)

REMBANG, suaramerdeka.com – Pasar Sale di Desa Wonokerto Kecamatan Sale ternyata bisa difungsikan meski pun belum dilakukan serah-terima dari Kementerian Perdagangan (Kemendag). Kepastian itu didasari surat yang diterima oleh Pemkab Rembang dari Kemendag sekitar Januari 2018 lalu.

Surat tersebut sekaligus membantah anggapan dari Disperindagkop Rembang yang menyatakan pasar baru bisa difungsikan setelah ada serah-terima resmi dari Kemendag. Selama ini, faktor serah-terima dianggap menjadi pengganjal fungsional pasar senilai sekitar Rp 4,6 miliar itu.

Pejabat Pembuat Komitmen (PPKom) Proyek Pasar Sale, Widodo mengungkapkan, garis besar isi surat dari Kemendag adalah pasar harus segera bisa difungsikan. Syarat yang harus dipenuhi Pemkab dalam fungsional pasar sebelum serah-terima adalah tidak menarik retribusi.

“Sebenarnya berdasarkan surat dari Jakarta, seharusnya (pasar) segera difungsikan. Tetapi tidak boleh menarik retribusi, karena belum diserahterimakan. Surat itu sudah diterima sejak lama. Namun waktu itu memang musim penghujan, sehingga bagian pasar ada yang becek,” terang Widodo.

Bangunan Rusak

Widodo mengaku sudah menyampaikan desakan kepada pihak terkait, termasuk Kabid Pasar, agar pasar segera difungsikan. Pasalnya, jika terus-menerus dibiarkan begitu saja dikhawatirkan ada bagian bangunan rusak.

“Dari Kemendag, Pemkab diberikan tenggat waktu paling lama satu tahun untuk menyelesaikan proses serah-terima pasar, tidak boleh lama-lama. Terkait dengan beberapa pengerjaan yang rusak sudah diperbaiki kontraktor, seperti plafon yang jebol,” ujarnya.

Menurut Widodo, seluruh pengerjaan yang sudah rusak dan masuk item kontrak masih menjadi tanggung jawab rekanan. Pihaknya sudah meminta ada pendataan bagian mana saja yang rusak untuk selanjutnya diperintahkan kepada rekanan memperbaiki.

Untuk diketahui, Pasar Sale menjadi sorotan publik lantaran sudah diserahterimakan sejak akhir Desember 2017, namun ada bagian bangunan yang kurang sempurna. Sorotan publik belakangan menjadi-jadi lantaran sampai awal Mei ini pasar tak juga bisa difungsikan alias mangkrak.

Beberapa bagian pasar sudah terlihat kumuh, seperti lantai dalam, kamar mandi yang belum sempurna serta saluran drainase yang tidak jelas. Senin awal pekan kemarin Pemkab sempat menurunkan alat berat untuk memadatkan bagian depan pasar.

“Dari sisi hukum, harus sesuai dengan prosedur. Sedangkan dari sisi sosial, bagaimana pemanfaatannya mengingat itu proyek 2017 dan sekarang sudah April 2018. Kami tanyakan ke Pemkab, katanya menunggu proses hibah,” papar anggota Komisi B DPRD Rembang, Joko Suprihadi, sebelumnya. 


(Ilyas al-Musthofa/CN40/SM Network)