• KANAL BERITA

Pedagang Pasar Rakyat Butuh Jaminan BPJS-TK

UNGARAN, suaramerdeka.com - Risiko kecelakaan kerja bisa menimpa siapa saja, termasuk pedagang pasar yang setiap hari harus beraktivitas melayani konsumen. Menyikapi hal itu, Kepala Diskumperindag Kabupaten Semarang, Yoseph Bambang Trihardjono menganggap pedagang perlu jaminan dari BPJS Ketenagakerjaan (TK). Minimal menurutnya, pedagang yang masuk kategori pekerja informal tadi bisa ikut dua program yakni Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan JaminanKematian (JKM).

“Sehingga bila ada kecelakaan, sudah dijamin. Bahkan kalau kemungkinan buruk sampai meninggal, juga ada tunjangan atau santunan kematian,” katanya, usai menghadiri Sosialisasi Program Jaminan Sosial Ketenagakerjaan di The Wujil Resort & Conventions Ungaran, Senin (30/4).

Selain menawarkan dua program jaminan, bersama BPJS-TK Cabang Ungaran pihaknya kemarin juga menyampaikan paparan program baru yang bisa diikuti. Yaitu Jaminan Pensiun. Menyusul pemerintah pusat telah mengeluarkan ketentuan tentang kewajiban ikut BPJS-TK bagi pekerja formal mau pun informal.

“Kemarin baru sosialisasi, harapan kami paguyuban pengelola pasar rakyat bisa memberikan pemahaman kepada pedagang, hingga juru parkir. Supaya sadar akan pentingnya jaminan yang diberikan BPJS-TK,” jelasnya.

Kepala BPJS-TK Cabang Ungaran, Budi Santoso menyebutkan, pasca sosialisasi yang dihadiri lurah pasar, persatuan pedagang, dan pengelola parkir, kemarin, pihaknya berencana akan bergerak cepat melakukan pendataan berkoordinasi dengan Diskumperindag Kabupaten Semarang.

“Jika hari ini terdaftar, besok sudah tertanggung. Jika besok meninggal, langsung dapat jaminan,” tegasnya.

Bagi peserta yang ikut program JKK dan JKM, lanjutnya, cukup membayar iuran perbulan sebesar Rp 16.800,-. Artinya, uang iuran bulanan setara satu bungkus rokok tadi bisa mendapatkan jaminan yang sangat luas. Sebagaimana diketahui, Budi Santoso menjabarkan jika ada peserta yang meninggal karena kecelakaan kerja yang bersangkutan berhak mendapat uang jaminan santunan Rp 55.800.000,-. Sementara meninggal bukan karena kecelakaan kerja atau karena sakit, peserta BPJS-TK aktif berhak memperoleh uang santunan Rp 24.000.000,-.

Terlepas dari itu, BPJS-TK Cabang Ungaran menargetkan pada 2018 bisa menjangkau peserta baru untuk pekerja sektor informal sebanyak 29.143. Hingga akhir April 2018, sudah masuk terdaftar sebanyak 15.209 peserta. Pada kesempatan tersebut, BPJS-TK Cabang Ungaran juga memberikan Piagam Penghargaan kepada Pemkab Semarang atas peran serta aktif memberikan perlindungan kepada pegawai bukan ASN.

“Jadi tidak ada ruginya jika terdaftar sebagai peserta aktif BPJS-TK. Belum lama ini profesi penarik ojek, nelayan, dan petani terpantau sudah aktif,” ujarnya. 


(Ranin Agung/CN40/SM Network)