• KANAL BERITA

Bambang Sadono Sayangkan Gusur Paksa Terdampak Tol di Kendal

Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI Bambang Sadono mengunjungi warga Kendal yang menginap di halaman Kantor DPRD setempat. (Foto: suaramerdeka.com/Puthut Ami Luhur)
Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI Bambang Sadono mengunjungi warga Kendal yang menginap di halaman Kantor DPRD setempat. (Foto: suaramerdeka.com/Puthut Ami Luhur)

KENDAL, suaramerdeka.com – Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI Bambang Sadono merasa kurang nyaman dengan pembongkaran paksa rumah dan lahan warga delapan desa di Kendal yang terkena proyek jalan tol Semarang-Batang. Pembongkaran paksa rumah warga di delapan desa tersebut terjadi karena warga belum menerima besaran ganti rugi yang diberikan oleh pelaksana proyek, selain warga merasa pengukuran tanah yang terkena proyek juga tidak sesuai.

“Terus terang saya merasa tidak nyaman, melihat rumah dihancurkan dengan backhoe dan ditonton oleh semua orang di seluruh Indonesia. Katanya Pancasila, seolah tidak bisa menyelesaikan persoalan,” kata Bambang Sadono usai menemui warga Kendal terdampak proyek jalan tol di halaman depan Kantor DPRD setempat, Selasa (1/5).

Menurutnya, apapun persoalannya harus mempunyai cara untuk menyelesaikan dengan sebaik-baiknya. Pihaknya mengerti, pemerintah dikejar target waktu untuk menyelesaikan proyek tersebut dan pada setiap pengerjaan proyek masalah itu pasti ada, baik itu selisih atau persoalan lainnya.

“Tapi ada dialog, yang saya curiga kenapa ini tidak terjadi dialog mulai dari tingkat kelurahan, kecamatan hingga kabupaten. Masa tidak ada yang menjembatani itu,” tambah senator asal Jawa Tengah itu.

Jika masyarakat dapat merumuskan jumlah ganti yang diminta maka akan bisa dilihat selisih dari penawaran pemerintah sehingga bisa dirundingkan. Dari dialog tersebut maka akan didapat titik temu jumlah ganti yang diinginkan masyarakat dan pemerintah.

Sebelum mengunjungi warga terdampak proyek jalan tol yang menginap di halaman depan Kantor DPRD Kendal, sempat mengunjungi lokasi rumah-rumah warga yang terdampak proyek jalan tol di Desa Sumbersari Kecamatan Ngampel Kendal.


(Puthut Ami Luhur/CN41/SM Network)