• KANAL BERITA

Korban KDRT Masih Enggan Melapor

SEMARANG, suaramerdeka.com - Salah satu permasalahan belum maksimalnya penanganan masalah Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) dikarenakan banyak warga atau korban yang enggan melapor. 

"Padahal dengan adanya laporan bisa menjadi bahan  bagi kami untuk melakukan konseling atau advokasi," ungkap Kepala Pusat Kependudukan, Perempuan dan Perlindungan Anak (PKPPA) Universitas PGRI Semarang (UPGRIS) Arri Handayani di sela-sela launching Layanan Kependudukan, Perempuan dan Perlindungan Anak Lembaga Penelitian dan Pengabdian Pada Masyarakat (LPPM) UPGRIS di ruang seminar Pascasarjana UPGRIS Jl Lontar Semarang, Senin (30/4).

Menurutnya warga enggan membuat laporan, dengan alasan karena malu diketahui banyak orang. Atau, karena keluarganya melarang untuk diceritakan ke orang lain. 

"Selain itu, takut membuat rumah tangganya semakin tidak harmonis," ungkap Arri. 

Untuk itu, pihaknya membuka layanan yang bisa diakses melalui telepon, WhatsApp, Facebook hingga Instagram. Dengan demikian, bagi korban KDRT atau sejenisnya dapat konseling melalui media tersebut jika malu diketahui orang lain.

Ketua LPPM UPGRIS  Suwarno Widodo menjelaskan pendirian layanan konseling ini merupakan bentuk kepedulian perguruan tinggi tersebut untuk membantu masyarakat atau warga sekitar yang mengalami KDRT. Layanan 24 jam tersebut sebagai wadah dalam menampung laporan dari masyarakat.

Selanjutnya, jika memang diperlukan tindakan seperti ke ranah hukum, maka ada tim yang melakukan pendampingan. "Tetapi lebih utamanya kami memberikan konseling agar tidak mengalami trauma," jelasnya.


(Arie Widiarto/CN41/SM Network)