• KANAL BERITA

Buruh Depok Tuntut Pencabutan PP Tenaga Kerja Asing

Foto: Istimewa
Foto: Istimewa

DEPOK, suaramerdeka.com - Ratusan massa buruh di Depok berangkat berunjukrasa di Jakarta. Dengan mengunakan empat bis, puluhan sepeda motor dan mobil, mereka berangkat dari PT Xacti dan PT Panasonic untuk bergabung dengan perwakilan massa dari daerah lainnya. 

Ketua Federasi Serikat Pekerja Kimia, Energi Pertambangan dan Umum (FSP KEP) Kota Depok, Deddy Carniadi menyebutkan dalam aksi May Day kali ini, setidaknya ada empat point penting yang akan mereka sampaikan dalam orasinya ke DPR. 

Pertama cabut atau revisi PP No 20 Tahun 2018 tentang tenaga kerja asing (TKA). Menurutnya, PP ini memberi angin segar kepada TKA untuk masuk ke Indonesia, padahal di Indonesia sendiri masih banyak masyarakatnya yang jobless. 

"Di PP ini TKA semakin mudah masuk ke Indonesia. Kita tidak mau itu, kalau bisa qouta tenaga kerja itu ya diisi oleh orang Indonesia," kata Deddy seperti dikutip RRI, Selasa (1/5).

Kedua, turunkan harga gas, listrik dan harga bahan kebutuhan pokok. Ketiga, cabut PP No 78 Tahun 2015 tentang pengupahan. Dan yang keempat, cabut undang-undang out sourcing, karena sangat merugikan pekerja.

"Dengan UU Out Sourcing, ketika kita mencapai usia yang kurang produktif itu pasti kita akan ditendang ya. Untuk kebutuhan hidupnya, mereka akan sulit masa depannya apalagi punya tanggungan pasti lebih banyak karena punya keluarga, punya anak dan lain-lainnya," katanya.

Deddy mengakui kecewa, meskipun pihaknya sudah berkali-kali menyampaikan aspirasi pencabutan PP No 78 dan UU Out Sourcing ke DPR RI, namun sampai saat ini belum ada kemajuan yang signifikan. 


(RRI/CN41/SM Network)