• KANAL BERITA

Pelaku Mutilasi Ibu Kandung Beberapa Kali Coba Bunuh Diri

RUMAH DUKA: Para pelayat memadati rumah korban pembunuhan, Juwariyah di Dusun/ Desa Pepe, kecamatan Ngawen, Senin (30/4) siang. (Foto suaramerdeka.com/Achmad Hussain)
RUMAH DUKA: Para pelayat memadati rumah korban pembunuhan, Juwariyah di Dusun/ Desa Pepe, kecamatan Ngawen, Senin (30/4) siang. (Foto suaramerdeka.com/Achmad Hussain)

KLATEN, suaramerdeka.com - Pembunuh Juwariyah (60) yaitu, Dwi Budiyanto (33) ternyata depresi sejak lama. Bahkan anak kandung korban itu Juwadi (65) tetangga korban mengatakan sudah lama mengidap depresi.

Perilakunya mulai aneh sejak lulus STM tahun 2003 tanpa sebab yang jelas. Sering termenung, berbicara sendiri dan beberapa kali ingin bunuh diri. '' Namun setiap kali aksi bunuh diri itu selalu digagalkan keluarga dan tetangga,'' katanya, Selasa (1/5). 

Keluarga sudah berupaya menyembuhkan dengan membawa ke RSJD Dr Soedjarwadi. Bahkan bulan Februari 2018 baru saja kontrol. Selama mengidap gangguan jiwa,
Budiyanto sering mengamuk tetapi tidak menyerang orang. 

''Tanaman saya pernah dirusak tetapi setelah tahu pelakunya saya maklum,'' tambahnya. Meski mengidap gangguan jiwa, tetangganya itu aktif ke pengajian dan mengikuti dzikir tahlil. Usai mengikuti kegiatan itu biasanya kembali tenang namun jika lama tak ikut, perilakunya mulai resah.

Tidak Melawan

Gangguan jiwa yang diidap Budi menurut Juwadi belum parah sebab kadang masih sadar. Bahkan setelah membunuh ibunya dan ditangkap warga tidak melawan. Malah beberapa kali sempat menyesal dan menangis telah membunuh ibunya. 

Paman pelaku, Badri mengatakan keponakannya itu dari sisi ekonomi tidak kurang. Keluarga Juwariyah hanya memiliki dua anak. Anak pertama Purwanto, bekerja di Malaysia dan sudah hidup mapan.

Budiyanto hanya tinggal bersama korban dan ayahnya sehingga untuk keperluan hidup cukup. Saat meminta sepeda motor pun dibelikan. Sejak lulus STM, keponakannya itu tidak bekerja dan hanya menganggur di rumah. 

'' Tidak jelas penyebabnya bisa jadi seperti itu,'' terangnya.

Budiyanto pun tidak pernah bercerita punya masalah sebelum berubah perilakunya. Meskipun mengidap depresi, tidak pernah mengamuk menyerang keluarganya. 


(Achmad Hussain/CN33/SM Network)

Loading...
Komentar