• KANAL BERITA

BI Jateng Siapkan Uang Baru Rp 23,2 Triliun untuk Lebaran 

Masyarakat menukarkan uang baru tahun lalu. Bank Indonesia Jawa Tengah menyiapkan uang baru untuk kebutuhan lebaran 2018  sebanyak Rp 23,2 triliun. (Foto suaramerdeka.com/Cun Cahya) 
Masyarakat menukarkan uang baru tahun lalu. Bank Indonesia Jawa Tengah menyiapkan uang baru untuk kebutuhan lebaran 2018  sebanyak Rp 23,2 triliun. (Foto suaramerdeka.com/Cun Cahya) 

SEMARANG, suaramerdeka.com - Bank Indonesia Jawa Tengah menyiapkan uang baru untuk kebutuhan lebaran sebanyak Rp 23,2 triliun. 

Jumlah tersebut mengalami peningkatan 14 persen dari pada tahun sebelumnya. Peningkatan tersebut karena untuk mengantisipasi libur panjang lebaran yang mencapai 12 hari. 

"Ini tentu saja memberikan sejauh mana perbankan menyediakan uang di ATM karena selain non tunai juga menyediakan tunai untuk mengantisipasi pemudik sehingga kebutuhan pecahan kecil sangat tinggi," kata Hamid Ponco Wibowo Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Jawa Tengah. 

Hamid menambahkan dari total Rp 23,2 triliun tersebar di empat kantor Bank Indonesia di Jawa Tengah yakni Semarang, Purwokerto, Tegal dan Solo. Untuk Semarang sendiri disiapkan Rp 9,7 Triliun. 

Uang Pecahan Beredar (UPB) yang paling banyak dibutuhkan adalah Rp.100.000, sedangkan Uang Pecahan Kecil (UPK) yang paling banyak dibutuhkan adalah Rp 20.000. 

Bank Indonesia Jawa Tengah juga akan melaksanakan beberapa program kerja untuk menjaga ketersediaan kebutuhan uang di masyarakat baik pecahan besar maupun pecahan kecil serta meningkatkan pelayanan penukaran uang bagi masyarakat. 

Pelayanan pemenuhan kebutuhan lebaran oleh Bank Indonesia kepada perbankan dilayani mulai tanggal 14 Mei sampai dengan 16 Juni 2018. Pelaksanaan kerjasama penukaran oleh perbankan pada minggu ke II dan III di bulan Ramadan setiap Selasa sampai dengan Kamis.

"Tahun lalu bekerjasama dengan perbankan di awal puasa membuka konter layanan penukaran uang di tempat strategis," ucapnya. 

Dengan penukaran uang baru ke bank-bank lanjut Hamid, masyarakat tidak perlu melakukan penukaran uang di pinggir jalan yang tidak dijamin keasliannya dan jumlahnya. 

"Masyarakat cukup datang ke bank yang dekat ke lokasi rumah dan tidak dipungut biaya gratis," pungkasnya.

 


(Cun Cahya/CN19/SM Network)