• KANAL BERITA

Pemuda dan Mahasiswa Kabupaten Semarang Ikut Pelatihan Jurnalisme Warga

Foto: suaramerdeka.com / dok
Foto: suaramerdeka.com / dok

UNGARAN, suaramerdeka.com - Atma Connect dan Mercy Corp Indonesia menyelenggarakan Pelatihan Jurnalisme Warga untuk kelompok pemuda dan mahasiwa yang tinggal di wilayah hulu hingga Daerah Aliran Sungai Garang Kabupaten Semarang, di hall kampus Universitas Ngudi Waluyo Ungaran Kabupaten Semarang, akhir pekan lalu.

Peserta adalah 60 peserta perwakilan dari lintas organisasi pemuda dan mahasiswa yang berada di kabupaten semarang diantaranya dari berbagai Relawan PMI Markas Kabupaten Semarang, Relawan BPBD Kabupaten Semarang, Relawan Pramuka Kwarcab Kabupaten Semarang, Karang TarunaKSR UNDARIS, KSR Universitas Ngudi Waluyo, BEM UNDARIS, BEM Universitas Ngudi Waluyo, PMR SMA N 1 Ungaran, PMR SMA N 2 Ungaran, PMR SMK NU Ungaran.

Adapun, narasumber dalam agenda ini adalah Dwi Purnawan, Fasilitator/Wartawan Senior, Pegiat Journalisme Warga, Hardidjan, Project Officer pemberdayaan Masyarakat Mercy Corps Indonesia, Transform Program, Amri Widjayanto, Field Officer Atma Connect Semarang, Alfan Kasdar, Field Director Atma Connect dan Nyimas Wardah, Program Coordinator Transform, Mercy Corps Indonesia.

Kepala Bagian Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Semarang Budi Santoso menyebut bahwa adaptasai dan Mitigasi Kebencanaan dan Lingkungan adalah seperti dua mata pisau yang tak dapat dipisahkan, terjadinya bencana tidak lepas dari perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup yang kurang memperhatikan pembangunan berkelanjutan.

"AtmaGo sebagai salah satu aplikasi yang dikembangkan oleh atma conect memberikan solusi yang baik dan perlu mendapatkan apresiasi. dengan adanya Aplikasi AtmaGo diharapkan semua warga dan semua pihak dapat saling menjaga suistainable development untuk meyakinkan bahwa pembangunan tetap menjaga kelestarian lingkungan hidup," katanya.

Sementara itu Project Officer pemberdayaan masyarakat Mercy Corps Indonesia, Hardidjan mengatakan bahwa pelajar dan mahasiwa adalah penggerak utama dalam memberitakan informasi yang ada di sekitar lingkungan mereka sendiri karena merekalah kelompok yang paling aktif dalam memanfaatkan teknologi digital saat ini.

"Banyak kejadian penting yang terjadi di lingkungan kita yang dianggap oleh remeh padahal jika informasi tersebut disampaikan melalui www.atmago.com atau platform lain akan berkontrbusi dalam proses konservasi lingkungan. Melalui pelatihan Jurnalisme ini semoga peserta ikut andil dalam gerakan konservasi lingkungan di area mereka masing-masing," imbuhnya.


(Andika Primasiwi/CN26/SM Network)

  • Tags