• KANAL BERITA

Diperkirakan 81 Juta Kaum Milenial Belum Punya Rumah

Foto Istimewa
Foto Istimewa

JAKARTA, suaramerdeka.com - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) memperkirakan terdapat kurang lebih  81 juta jiwa generasi millennial  yang  belum memiliki rumah. Di lain sisi, perkembangan teknologi informasi dan era generasi millennial saat ini  menjadi tantangan bagi seluruh pihak terkait untuk adaptif dalam perbaikan proses penyaluran  subsidi  perumahan.

Untuk menghadapi dua persoal tadi, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Badan Layanan Umum Pusat Pengelolaan Dana Pembiayaan Perumahan (PPDPP), Ditjen Pembiayaan Infrastruktur Pekerjaan Umum dan Perumahan meluncurkan  Aplikasi Sistem Informasi KPR Subsidi Perumahan (SiKasep). Aplikasi berbentuk mobile ini dapat diunduh secara gratis melalui Playstore.

“Adanya aplikasi SiKasep diharapkan memenuhi kebutuhan  para  generasi  milenials  yang menginginkan  kecepatan  dan  kemudahan informasi  dalam  memilih  dan  membeli  rumah yang mereka minati. Diperkirakan terdapat  kurang  lebih  81  juta  jiwa  generasi millennial  yang  belum  memiliki  rumah.  Ini menjadi pasar yang potensial,” kata Menteri Basuki Hadimuljono dalam pernyataan tertulisnya yang dikutip, Sabtu (16/2/2020).

Direktur Utama PPDPP Arief Sabaruddin dalam laporannya mengatakan, peluncuran  SiKasep  diharapkan  membuat MBR tidak lagi menjadi objek, namun menjadi subjek penyediaan perumahan. Melalui SiKasep, pengguna secara online terhubung dengan pemerintah, bank pelaksana, dan pengembang dengan menggunakan sistem host to host. Sedangkan untuk proses verifikasi pengguna, SiKasep terhubung langsung ke Kementerian Dalam Negeri yang sekaligus telah terkoneksi dengan data FLPP yang dikelola oleh BLU PPDPP sehingga subsidi dapat tepat sasaran.

“Pemanfaatan aplikasi SiKasep ini berbasis pada koordinat, sehingga pengguna dapat mengajukan permohonan KPR subsidi seperti KPR Sejahtera FLPP atau lainnya kepada Bank yang diinginkan. Selain itu, pengguna juga dapat langsung memeriksa status proses pengajuan KPR subsidinya,” ujar Arief.

Untuk  Bank  Pelaksana, menurut Arief, SiKasep  memudahkan dalam  melakukan  identifikasi  calon  debitur, dimana  calon  debitur  yang  mengajukan  telah memenuhi  kriteria  sebagai  penerima  subsidi dengan  unit  rumah  yang  telah  dipilihnya sehingga proses pengajuan KPR lebih efisien. Sementara bagi pengembang  perumahan  yang  telah teregistrasi dapat berkontribusi dalam sistem dengan  mengumpulkan  data  perumahan secara lengkap,  baik  yang  sudah  tersedia, sedang  dibangun,  maupun  rencana pembangunan ke depannya.   

“Begitu juga dengan kualitas rumah, pengembang nantinya wajib mendaftarkan  kavling yang sedang dibangun dalam setiap tahap prosesnya dengan kriteria dari warna putihsaat persiapan ke kuning, warna kuning saat proses membangun, warna hijau siap KPR, dan warna merah sudah dihuni,” jelas Arief.

Melalui SiKasep, lanjut Arief, pemerintah dapat mengetahui kebutuhan ketersediaan hunian langsung dari masyarakat dan dapat mendorong para pengembang bersama dengan bank pelaksana untuk memenuhi ketersediaan hunian sesuai yang dibutuhkan masyarakat.

Terpisah, pada tahun 2020 ini, PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. telah menyiapkan berbagai langkah strategis untuk menjadi rumah bagi milenial. Pada tahun tikus logam ini, perseroan mengincar dapat menyediakan rumah bagi milenial sekaligus sebagai rumah para kaum muda tersebut untuk menyimpan dana, hingga melakukan berbagai transaksi.

Direktur Utama Bank BTN Pahala N. Mansury mengatakan ada lima strategi yang disiapkan perseroan untuk mencapai target tersebut. Strategi pertama yang akan dilakukan yakni meningkatkan berbagai lini digital perseroan.

“Kalangan milenial ini menginginkan hal yang praktis. Dengan berbagai kemudahan digital yang kami miliki, kami membidik para milenial untuk dapat menjadikan Bank BTN sebagai rumah dalam bertransaksi maupun memiliki hunian,” jelas Pahala di Jakarta, Kamis (9/1/2020) lalu.

Selain meningkatkan bisnis digital perseroan, di bawah kepemimpinan Pahala, Bank BTN juga akan terus mengakselerasi kemitraan dengan berbagai sektor. Berbagai sektor tersebut, lanjut Pahala, baik di sisi perumahan maupun dengan para pemain di segmen fintech. “Saya melihat fintech dapat menjadi partner bagi kami untuk sama-sama dapat memberikan pelayanan terbaik terutama bagi nasabah milenial,” tutur Pahala.

Menurut Pahala, langkah strategis lain yang juga akan dilakukan Bank BTN yakni dengan mengembangkan berbagai segmen bisnis serta infrastrukturnya. Untuk mendukung pengembangan tersebut, Bank BTN juga akan terus meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM). SDM, tambah Pahala, akan berfokus pada peningkatan produktivitas serta kapasitas namun tetap mengutamakan kehati-hatian.

Pada 2020, perseroan juga akan menerapkan bisnis model yang baru yang lebih berfokus pada ritel serta wholesale funding. Aksi tersebut dilakukan untuk mengurangi biaya dana sehingga meningkatkan profitabilitas perseroan. “Kami juga ingin menempatkan posisi BTN tidak hanya sebagai bank spesialis perumahan, tapi juga sebagai bank tabungan sebagai tempat menabung khususnya bagi para milenial," kata Pahala.


(Mahendra Bungalan/CN19/SM Network)