• KANAL BERITA

Pasca Observasi di Natuna, Kondisi Tiga Warga Sleman Terus Dipantau

DIPULANGKAN : WNI yang dievakuasi dari Wuhan, Hubei, Tiongkok dan diobservasi di Natuna, Kepulauan Riau, Jumat (14/2). Mereka akan dibawa ke Jakarta pada Sabtu (15/2) siang. (suaramerdeka.com / Setkab.go.id)
DIPULANGKAN : WNI yang dievakuasi dari Wuhan, Hubei, Tiongkok dan diobservasi di Natuna, Kepulauan Riau, Jumat (14/2). Mereka akan dibawa ke Jakarta pada Sabtu (15/2) siang. (suaramerdeka.com / Setkab.go.id)

SLEMAN, suaramerdeka.com - Sebanyak 238 WNI yang menjalani masa karantina di Natuna, Kepulauan Riau, rencananya Sabtu (15/2) ini akan dipulangkan ke daerah masing-masing. Tiga orang d iantaranya merupakan warga Kabupaten Sleman.

Pemerintah telah memastikan bahwa para WNI yang kembali dari Wuhan, China itu tidak terpapar virus Corona. "Mereka sudah menjalani observasi sesuai prosedur standar WHO. Dinyatakan tidak ada masalah secara epidemologi," kata Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Sleman Joko Hastaryo kepada Suara Merdeka, Sabtu (15/2).

Dia membenarkan informasi rencana kepulangan tiga warga Sleman dari Natuna ke kampung halaman. Namun kepastian jamnya belum diketahui. Tiga orang tersebut masing-masing beralamat di Desa Maguwoharjo dan Caturtunggal Kecamatan Depok, serta Desa Sinduadi Kecamatan Mlati. Dari informasi yang dia terima, semuanya merupakan mahasiswa.

Menyambut kedatangan tiga warganya dari Natuna, Dinkes Sleman menyiagakan petugas untuk mengecek kondisi kesehatan mereka mulai dari penjemputan di bandara sampai tiba di rumah. Setelah itu, pemantauan tetap akan dilakukan secara periodik. Setiap tiga hari sekali, petugas puskesmas akan datang ke rumah untuk memeriksa keadaan kesehatan. Petugas yang diterjunkan adalah personel Puskesmas Depok 1, Depok 3, dan Mlati 1. 

"Secara prinsip surveilans, monitoring dilakukan selama kurun dua kali masa inkubasi. Jika masa inkubasinya 14 hari, berarti pantauan dilaksanakan hingga 28 hari," terang Joko.

Di luar upaya itu, tiga warga dari Natuna diminta segera periksa apabila merasakan gejala sakit seperti demam, dan batuk. Imbauan ini juga berlaku bagi masyarakat secara umum. Karena itu, dia meminta kepada warga khususnya yang tinggal di sekitar kampung halaman peserta observasi dari Natuna, agar tetap membaur seperti biasa.


(Amelia Hapsari/CN26/SM Network)