• KANAL BERITA

Dompet Dhuafa dan Aliansi Filantropi Berkomitmen Eliminasi Tuberkulosis 2030

DISKUSI: Dompet Dhuafa beserta 16 lembaga zakat dan filantrofi berdiskusi dalam pembentukan aliansi filantrofi TB Indonesia yang bertempat di Kantor Forum Zakat, Lenteng agung, Jakarta. (suaramerdeka.com / dok)
DISKUSI: Dompet Dhuafa beserta 16 lembaga zakat dan filantrofi berdiskusi dalam pembentukan aliansi filantrofi TB Indonesia yang bertempat di Kantor Forum Zakat, Lenteng agung, Jakarta. (suaramerdeka.com / dok)

JAKARTA, suaramerdeka.com – Merebaknya Corona Virus Disease (COVID-19) tengah menjadi isu dunia. Kewaspadaan terhadap isu ini tidak meninggalkan kepedulian untuk membuat gerakan bersama menuju eliminasi TBC (Tuberkulosis) 2030. Aliansi ini digagas Dompet Dhuafa beserta 16 lembaga zakat dan filantrofi yang bersepakat membentuk aliansi filantrofi TB Indonesia yang bertempat di Kantor Forum Zakat, Lenteng agung, Jakarta.

"Dukungan lintas sektor diperlukan dalam upaya eliminasi TB di Indonesia. Peran lembaga zakat dan Filantrofi yang fokus pada upaya pengentasan kemiskinan, diharap selaras untuk dapat mengisi kesenjangan yang dibutuhkan dalam menunjang keberhasilan pengobatan, seperti dukungan nutrisi, akses transportasi, sanitasi dan rumah sehat sampai pada pemberdayaan ekonomi untuk pasien yang sudah sembuh," kata General Manajer Kesehatan Dompet Dhuafa, dr. Yenny Purnamasari.

Program kerja akan mengisi kesenjangan dukungan yang belum optimal dalam edukasi dan sosialisasi penyakit ini di masyarakat, meningkatkan temuan kasus,  pendampingan pasien TB sampai selesai pengobatan, dukungan nutrisi, psikososial dan pendidikan fungsional serta pemberdayaan ekonomi pasien yang sudah sembuh.

Program ini akan di inergikan dengan para pemangku kepentingan di pemerintah, kader komunitas, anak muda peduli TB, tokoh agama dan masyarakat, serta seluruh pihak terkait. Rapat kerja aliansi ini merupakan tindak lanjut dari diskusi dan silaturahmi lembaga zakat dan filantrofi bulan Desember 2019 yang dihadiri Kementrian Kesehatan RI, Ketua Umum Foz, Organisasi Pasien TB, dan perwakilan CSO TB, lembaga zakat dan filantrofi di Indonesia.

Aliansi strategis ini diharapkan akan menguatkan peran lembaga zakat dan filantrofi dalam mengisi kesenjangan dukungan pasien TBC untuk menunjang keberhasilan pengobatan, perbaikan sosial ekonomi yang dapat berperan dalam memutus mata rantai penularan dan pengentasan kemiskinan bagi pasien dan keluarga terdampak.

Keterkaitan penyakit Tb dengan kemiskinan itulah yang menjadikan Dompet Dhuafa menaruh kepedulian lebih terhadap penyakit tersebut. Selain itu, TB adalah penyakit yang mudah menular, sedangkan para penyintasnya kerap tinggal di kawasan padat nan kumuh. Hal tersebut berpotensi bakteri TB menular ke lainnya, terlebih penyakit itu tidak dapat seketika disembuhkan.


(Andika Primasiwi/CN26/SM Network)