• KANAL BERITA

Petani di Rembang Raup Untung Rp 22 Juta Per Hektare

MESIN PANEN : Bupati Rembang H Abdul Hafidz mencoba mesin panen padi saat panen raya di Desa / Kecamatan Sluke. (suaramerdeka.com / Mulyanto Ari Wibowo)
MESIN PANEN : Bupati Rembang H Abdul Hafidz mencoba mesin panen padi saat panen raya di Desa / Kecamatan Sluke. (suaramerdeka.com / Mulyanto Ari Wibowo)

REMBANG, suaramerdeka.com – Lahan pertanian di Kabupaten Rembang belum seluruhnya memasuki musim tanam lantaran curah hujan belum merata, khususnya tanaman padi tadah hujan hingga Februari masih sekitar 12 ribu hektare belum ditanami padi.

Bupati Rembang Abdul Hafidz saat Panen Raya di Desa / Kecamatan Sluke, Kamis (13/2), mengatakan berdasarkan data dari Dinas Pertanian dan Tanaman Pangan (Dintanpan) Kabupaten Rembang lahan yang belum ditanami 12 ribu hektare.

Sedangkan lahan yang sudah ditanami mencapai  17 ribu hektare. ''Total ada 29 ribu hektare luasan sawah tadah hujan di Kabupaten Rembang, ‘’ kata Bupati yang menyebut Pemkab siap membantu masyarakat untuk mengelola lahan.

Di Desa Sluke, ada permintaan untuk pemasangan tiang listrik di sawah pertanian. Selama ini warga secara inisiatif mengunakan jaringan listrik ke sawah dari rumah warga, sehingga petani membutuhkan kabel antara 400 meter hingga 700 meter.

 ''Kami akan segera mengusulkan sesuai mekanisme dan prosedur. Saat ini mekanismenya langsung ke Pemprov. Karena di kabupaten tidak ada dinasnya,’’ katanya. Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral sudah diambil provinsi sesuai Undang - Undang No 23 Tahun 2014.

Kepala Desa Sluke, Tulus mengatakan dari analisa hasil produksi mengalami keuntungan Rp  22 juta lebih per hektare. Jumlah kisaran sarana produksi dan tenaga kerja Rp 10 juta, sedang pendapatan per hektare sekitar 8.000 kilogram atau 8 ton.

‘’Dengan harga panen padi saat ini Rp 4.200 per kilogram, pendapatan bisa Rp 33,6 juta. Jumlah pendapatan dikurangi jumlah biaya pengeluaran masih ada keuntungan Rp  22,77 juta per hektare, " terang dia.

Tulus menambahkan wilayah pertanian seluas 50 hektare di desanya bisa panen lebih dari dua kali. Panen dua kali karena petani terbantu pengairan sumur dangkal yang tersebar di 132 titik.


(Mulyanto Ari Wibowo/CN26/SM Network)