• KANAL BERITA

Temuan Spesies Baru Bakteri Penghasil Antibiotik

Penelitian Mahasiswa UGM

PENELITIAN: Ambarwati menunjukkan penelitiannya.(suaramerdeka.com / dok)
PENELITIAN: Ambarwati menunjukkan penelitiannya.(suaramerdeka.com / dok)

MENYEBUT nama obat antibiotik, masyarakat bakal langsung tahu. Pasalnya, obat ini sangat familiar dan banyak digunakan untuk mengobati infeksi bakteri. Namun saat ini banyak terjadi resistensi bakteri patogen terhadap berbagai macam antibiotik akibat pemakaian yang tidak benar.

Kondisi tersebut mendorong mahasiswa program doktoral Fakultas Biologi UGM, Ambarwati mengeksplorasi bakteri penghasil antibiotik yakni Streptomyces. Bakteri jenis ini dipilih karena mampu menghasilkan antibiotik terbanyak. Dengan metode sekuensing genom utuh, ia berhasil menemukan satu spesies bakteri Streptomyces baru penghasil antibiotik. Sampel bakteri yang digunakan berasal dari dataran tinggi Cemoro Sewu, Magetan, Jawa Timur.

Ia menuturkan sekuen hasil whole genom sequencing (WGS) dari spesies baru tersebut saat ini dalam proses submit ke National Center for Biotechnology Information (NCBI) dan diajukan namanya sebagai Streptomyces cemorosewuensis sp. Nov.

"Ada yang menarik dari spesies baru karena memiliki potensi penghasil senyawa bioaktif atau antibiotik yang berspektrum luas. Artinya, spesies ini tidak hanya mampu menghambat bakteri gram positif, tetapi juga bakteri gram negatif bahkan anticandida (anti jamur candida),'' papar Ambarwati yang juga dosen Universitas Muhammadiyah Surakarta.

Senyawa Lain

Dijelaskannya, temuan lain menunjukkan spesies bakteri baru ini memiliki 53 kelompok gen penghasil senyawa bioaktif. Streptomyces baru menghasilkan delapan senyawa yang telah ditemukan sebelumnya pada Streptomyces lain dengan kemiripan 100 persen dengan enam senyawa yang telah diketahui strukturnya. Selain itu spesies baru juga berpotensi menghasilkan sembilan golongan senyawa baru.

Yang lebih menarik dari penelitian Ambarwati, spesies baru tersebut juga berpotensi menghasilkan senyawa malasidin yang memiliki kemampuan menghambat bakteri gram positif patogen yang telah resisten terhadap antibiotik. Bahkan, juga bisa menyembuhkan infeksi kulit akibat Staphylococcus aureus yang resisten terhadap metilisin.

Penelitian tentang bakteri juga dilakukan oleh Didik Wahyudi yang mengkaji Pseudomonas aeruginosa, bakteri patogen oportunistik penyebab utama infeksi nosokomial seperti pneumonia, infeksi saluran kemih, serta infeksi pada berbagai organ tubuh.

''Bakteri ini memiliki sifat yang sangat unik yakni mampu membentuk biofilm pada jaringan tubuh yang menyebabkan perubahan karakter seperti resisten terhadap berbagai antibiotik. Namun, penambahan tryptophan dalam media biakan bakteri mampu menghambat pembentukan biofilm bakteri. Sebaliknya, penambahan glukosa dan manosa justru meningkatkan pembentukan biofilm bakteri dan  penambahan sumber nitrogen tidak berpengaruh terhadap pembentukan biofilm bakteri,'' jelas Didik.(agung pw- )


(Agung Priyo Wicaksono/CN26/SM Network)