• KANAL BERITA

PKB Didorong NU Tentukan Sikap

SILATURAHMI PKB: Rais Syuriyah Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Semarang, KH Hanief Ismail LC (baju putih) dan Ketua Tanfidziyah PCNU Kota Semarang, H Anasom, (berjas hitam) berdampingan menerima silaturahmi pengurus DPC PKB Kota Semarang. (suaramerdeka.com / Eko Edi Nuryanto)
SILATURAHMI PKB: Rais Syuriyah Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Semarang, KH Hanief Ismail LC (baju putih) dan Ketua Tanfidziyah PCNU Kota Semarang, H Anasom, (berjas hitam) berdampingan menerima silaturahmi pengurus DPC PKB Kota Semarang. (suaramerdeka.com / Eko Edi Nuryanto)

SEMARANG, suaramerdeka.com - Langkah hati-hati DPC Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dalam menentukan sikap politik terkait pemilihan wali kota (Pilwakot) Semarang disentil Rais Syuriyah Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Semarang, KH Hanief Ismail LC.

"Pilkada ini saya tunggu-tunggu, semua sudah mendekat, PKB Kapan? Saya khawatir nanti kalau terlambat, jadi bal-balan yang sudah lebih dulu berkoalisi," kata Kiai Hanief dalam silaturahmi DPC PKB Kota Semarang dan PCNU Kota Semarang di Kantor NU, Puspogiwang Semarang, Jumat (14/2).

Di depan pengurus PKB dan pengurus NU, dia mengatakan bahwa dalam politik diperlukan langkah cepat dalam mengambil keputusan. ‘’Harus cepat ambil keputusan. Politik kadang memang gambling.Bisa kalah, bisa menang. Dari yang semula kawan menjadi lawan, itu biasa,’’ kata Kiai Hanief. Ia pun mendorong PKB segera mengambil keputusan.

Sementara itu Ketua Tanfidziyah PCNU Kota Semarang, H Anasom, mengatakan mestinya PKB sudah membaca keinginan warga nahdliyin. Ia menegaskan bahwa NU adalah organisasi massa, bukan organisasi partai politik.  Tetapi tokoh-tokoh NU adalah warga yang punya hak politik. Karena itulah NU menjadi daya tarik bagi setiap calon.

"Kami tidak dalam rangka menentukan calon siapa, tetapi sudah ada tokoh yang dalam berbagai kesempatan kegiatan NU, datang, dan dia mengaku sebagai NU, bahkan memiliki Kartanu. Jadi prosesnya seperti itu saja, kita tak pernah harus bicara terus terang. Keputusan politik ada pada PKB, untuk mengkomunikasikan aspirasi nahdliyin," ujar dia.

Anasom menyatakan tidak mendorong warga NU untuk memilih calon tertentu. Tetapi yang pasti, warga nahdliyin, tokoh nahdliyin, kiai nahdliyin memiliki hak politik dalam Pilwakot. "Kami tidak dalam rangka mendorong warga NU ke sini, itu nanti partai. Yang jelas para kiai, tokoh, punya pilihan. NU berharap PKB satu-satunya aspirasi warga nahdliyin," tambah dia.

Sementara itu, Ketua DPC PKB Semarang Moh Mahsun proses politik itu masih berlangsung. Pihaknya hanya sebagai pelaksana dari keputusan DPP PKB. Tim pendahulu menurut dia sudah jalin komunikasi. Minggu depan ada pertemuan PKB dengan stake holder untuk membahas pilwakot. ‘’Apa yang dirintis DPW, kita laksanakan, kita pelaksana saja. Semua keputusan DPP. Sekretaris wilayah sudah berkomunikasi dengan PDIP, dan ini bukan hal yang baru,’’ kata Mahsun.


(Eko Edi Nuryanto/CN26/SM Network)