• KANAL BERITA

Daop V Setuju Lahan PT KAI untuk Relokasi Jalan Galuhtimur-Kalipucung

SURVEI LAHAN: Pemerintah Desa Galuhtimur bersama bagian Aset PT KAI Daop V Purwokerto mensurvei lahan yang akan digunakan untuk infrastruktur jalan. (suaramerdeka.com/Dok)
SURVEI LAHAN: Pemerintah Desa Galuhtimur bersama bagian Aset PT KAI Daop V Purwokerto mensurvei lahan yang akan digunakan untuk infrastruktur jalan. (suaramerdeka.com/Dok)

BUMIAYU, suaramerdeka.com - Rencana merelokasi jalan Galuhtimur-Kalipucung yang putus di Kalipucung, Desa Galuhtimur, Kecamatan Bumiayu, Brebes, berjalan mulus, setelah PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daop V Purwokerto setuju lahannya untuk jalan baru itu.

Kades Galuhtimur Sobandi mengatakan pihak desa sudah bertemu PT KAI Daop V Purwokerto lantaran lahan yang akan digunakan untuk jalan baru atau pengganti jalan yang putus sebagian besar merupakan lahan milik PT KAI.

Jalan akses penghubung antarpedukuhan di Desa Galuhtimur itu putus akibat longsor pada akhir Januari.  Pemerintah desa berencana merelokasi lantaran titik longsor sulit diatasi.

"Pemerintah desa sudah bertemu dengan PT KAI Daop V, menyampaikan surat permohonan pemanfaatan lahan untuk infrastruktur jalan. Alhamdulillah disetujui, bahkan lahan yang akan digunakan sudah disurvei," katanya.

Lahan PT KAI yang akan digunakan untuk jalan tersebut berdampingan dengan jalur kereta api Cirebon-Kroya. Panjang lahan sekitar 600 meter dengan lebar 6 meter."Jadi rute jalan baru nanti berdampingan di sisi jalur kereta, dimulai dari kantor desa sampai jembatan KA Kalibelang. Rute itu menghindari titik longsor," kata kades.

Menurut kades, jalur Galuhtimur-Kalipucung memegang peranan penting dalam pengembangan desa ke depan. Selain menjadi lalu lintas warga, jalur tersebut merupakan akses utama menuju situs Candi Gagang Golok dan lahan calon lokasi pembangunan museum purbakala Situs Bumiayu.

"Jadi, museum manusia purba tertua di Indonesia akan dibangun di Kalipucung, Desa Galuhtimur," kata kades.

Adapun untuk pembiayaan jalan baru tersebut, lanjut kades, akan ditopang oleh Dana Desa karena statusnya merupakan jalan desa."Tapi kami juga akan mengajukan bantuan ke pemerintah kabupaten," ujarnya.

Sementara itu, lalu lintas warga Kalipucung yang hendak ke kantor desa dan kecamatan masih mengandalkan jembatan darurat dari bambu yang dipasang di lokasi jalan yang putus. Jembatan darurat itu hanya untuk pejalan kaki dan sepeda motor.


(Teguh Inpras Tribowo/CN39/SM Network)