• KANAL BERITA

BKD Mencatat Puluhan Orang Tidak Hadir Tes SKD CPNS

PANTAU PERSIAPAN: Sekda Kabupaten Semarang, Gunawan Wibisono didampingi Kepala BKD Partono, dan Sekretaris Diskominfo, Alexander Gunawan memantau persiapan pelaksanaan tes SKD CPNS Pemerintah Kabupaten Semarang Formasi 2019 sesi pertama di Hotel UTC Kota Semarang, Jumat (14/2) pagi. (suaramerdeka.com/Ranin Agung)
PANTAU PERSIAPAN: Sekda Kabupaten Semarang, Gunawan Wibisono didampingi Kepala BKD Partono, dan Sekretaris Diskominfo, Alexander Gunawan memantau persiapan pelaksanaan tes SKD CPNS Pemerintah Kabupaten Semarang Formasi 2019 sesi pertama di Hotel UTC Kota Semarang, Jumat (14/2) pagi. (suaramerdeka.com/Ranin Agung)

UNGARAN, suaramerdeka.com - Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kabupaten Semarang mencatat ada 21 orang peserta tes seleksi kompetensi dasar (SKD) CPNS Formasi 2019 sesi pertama, Jumat (14/2) pagi. Jumlah itu menurut Kepala BKD Kabupaten Semarang, Partono, bisa saja bertambah namun rekapitulasi jumlahnya belum diketahui karena pihaknya belum mendapat data lagi dari staf panitia dan pengawas BKN.

“Yang kami tahu, sesi pertama tadi ada 21 peserta yang tidak hadir tes SKD, alasannya kami tidak tahu. Hingga petang hari, sudah ada empat sesi peserta yang masuk. Kurang satu sesi yang rencananya akan mulai masuk ruangan pukul 18.30,” katanya.

Pihaknya menyebutkan, proses tes kali ini jauh lebih sempurna dibandingkan periode sebelumnya. Mengingat, apa yang diterapkan sekarang tetap mengedepankan evaluasi dari tes sebelumnya. Mulai dari jumlah kapasitas ruangan, kelengkapan, server, hingga ketersedian komputer jinjing cadangan untuk antisipasi ketika ada kendala perangkat.

“Tes hari pertama kemarin lancar tidak ada kendala, kami tetap memberikan layanan khusus bagi peserta yang hamil, disabilitas, dan mereka yang sakit agar bisa nyaman mengikuti tes,” ujarnya.

Dari pantauan di lokasi, yakni di Hotel UTC Kota Semarang situasi dan kondisinya secara umum terpantau teratur mulai dari parkir, tersedianya layanan kesehatan, help desk, pengamanan serta area steril yang dilakukan personel gabungan Satpol PP, Polri, dan TNI.

Sekda Kabupaten Semarang, Gunawan Wibisono yang diketahui juga memantau pelaksanaan tes sesi pertama berpesan, agar peserta mematuhi ketentuan. Apa yang sudah menjadi ketentuan, seluruhnya sudah disosialisasikan termasuk ada fasilitas sosialisasi tambahan tentang tutorial tata cara mengisi formulir data diri dan cara mengerjakan soal computer assisted test (CAT).

“Lebih pada uji kemampuan diri, artinya peserta harus percaya diri tidak bergantung pada orang lain,” tegas dia.

Kepada seluruh peserta Sekda Gunawan Wibisono juga memberikan semangat agar mereka mampu menjawab soal dengan benar. “Tidak perlu tergesa-gesa, tolong manfaatkan waktu yang disediakan. Jadi memang dibutuhkan ketelitian dalam membaca serta menjawab soal,” paparnya.

Sebagaimana diketahui, tes SKD CPNS Pemerintah Kabupaten Semarang Formasi 2019 seluruhnya digelar di Hotel UTC Kota Semarang pada 14-18 Februari 2020.  Selain Kabupaten Semarang, di lokasi yang sama sebelumnya akan digunakan untuk tes SKD untuk wilayah Kabupaten Pati, kemudian disusul Kabupaten Kendal. Adapun total pelamar yang dinyatakan memenuhi syarat tercatat ada 12.484 orang. Pelamar yang lulus Tes SKD, berhak mengikuti tes seleksi kompetensi bidang (SKB).

Periode ini tercatat ada 495 formasi, 4 formasi yang sampai pendaftaran ditutup tidak ada pelamar yang mendaftar. Formasi yang dimaksud meliputi dokter, guru, dan formasi difabel guru. Sejalan dengan itu, pengadaan CPNS Kabupaten Semarang Formasi 2019  memang tidak ada formasi dokter spesialis tetapi ada formasi dokter umum dan dokter gigi.

Setiap sesi akan diikuti oleh 500 orang peserta. Per harinya ada lima sesi tes, jadi setiap harinya ada 2.500 orang peserta yang dijadwalkan akan mengikuti Tes SKD. Waktunya, ketika Jumat dimulai pukul 06.30 sampai 21.00 atau lebih lama karena ada jeda waktu untuk salat jumat. Sementara Sabtu-Selasa dimulai pukul 06.30 sampai pukul 18.00.

Pengumuman maupun perkembangan informasi terkait pelaksanaan tes SKD, lanjut Partono, semuanya bakal diunggah di laman www.semarangkab.go.id dan www.bkd.semarangkab.go.id. Dengan demikian, pihaknya meminta peserta untuk selalu melakukan monitoring perkembangan informasi melalui dua laman tersebut.

“Sehingga ketika ada peserta yang tidak melihat pengumuman, ya kesalahan yang bersangkutan bila tidak bisa mengukuti tes,” imbuh Partono.


(Ranin Agung/CN39/SM Network)