• KANAL BERITA

Berkolaborasi Manfaatkan Personalisasi, Chatbots hingga TikTok

Optimalisasi Tren Digital 2020

TREN DIGITAL: Direktur GMedia Priyo Suyono saat memberikan materi seminar internal mengenai Tren Digital 2020 yang dibuka oleh CEO Suara Merdeka Network Kukrit Suryo Wicaksono yang diikuti jajaran direksi dan perwakilan karyawan Suara Merdeka, di Semarang, Jumat (14/2). (suaramerdeka.com / Leonardo Agung BP)
TREN DIGITAL: Direktur GMedia Priyo Suyono saat memberikan materi seminar internal mengenai Tren Digital 2020 yang dibuka oleh CEO Suara Merdeka Network Kukrit Suryo Wicaksono yang diikuti jajaran direksi dan perwakilan karyawan Suara Merdeka, di Semarang, Jumat (14/2). (suaramerdeka.com / Leonardo Agung BP)

MEMBIDIK  pasar domestik yang melek internet untuk mendorong performa bisnis atau usaha di bidang apapun wajib dilakukan. Cara-cara konvensional atau bahkan tradisional yang mungkin saja dulu mampu mengerek pertumbuhan, pelan tapi pasti harus mulai bergeser mengikuti era digital yang semuanya serba ringkas dan cepat dengan sentuhan jari.

Survei yang dilakukan Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia bahwa pengguna internet di Indonesia saat ini mencapai 171,17 juta jiwa atau 64,8 persen dari jumlah penduduk. Ketua APJII Jateng Priyo Suyono mengungkapkan, terjadi pertumbuhan 10,2 persen pengguna internet di tahun 2018 dibandingkan dengan tahun sebelumnya yang mencapai 143,26 juta pengguna. Jawa Tengah sendiri menyumbang 14,3 persen dari total pengguna internet di Indonesia atau sekitar 24,4 juta jiwa.

''Market yang diserap luar biasa, jumlah ini bahkan hampir sama dengan penduduk Australia yang 26 juta dan teknologi artificial intelligence (AI) sebenarnya sudah kerap kita pakai. Ke depan akan makin canggih dan digital tren ini harus dioptimalkan sebaik-baiknya,'' kata Priyo yang juga Direktur PT Media Sarana Data (GMedia) ini saat seminar internal bersama direksi dan perwakilan karyawan  Suara Merdeka, di Semarang, Jumat (14/2).

Hadir pula CEO Suara Merdeka Network Kukrit Suryo Wicaksono yang membuka seminar yang bertajuk Menghadapi Tren Digital 2020 tersebut. Penggunaan teknologi di era digital ini bisa melalui berbagai macam cara diantaranya seperti personalisasi yang mampu meningkatkan penjualan. Sejumlah brand cukup sukses memanfaatkan personalisasi kepada para pelanggannya. Seperti apa bentuk personalisasi yang sesuai dengan kebutuhan satu bisnis, lanjut Priyo, tentu harus melalui proses brainstorming lebih mendalam.

Tren teknologi Chatbots yang merupakan program komputer dalam melayani percakapan dengan manusia baik melalui teks atau audio ke depan misalnya, juga perlu dipertimbangkan untuk diterapkan dalam skala bisnis yang lebih besar. Penggunaan chatbots untuk memudahkan layanan personal, informasi dan bantuan online ini cukup membantu karena mereka yang berkonsultasi lewat Chatbots tidak akan menyadari jika dilayani oleh ''mesin'' yang masuk dalam kategori kecerdasan buatan atau AI.

''Dengan pelanggan mungkin sudah ribuan atau puluhan ribu misalnya, kita harus mulai memikirkan ke arah sana karena Chatbots akan sangat membantu menganalisa percakapan. Nantinya Chatbots akan bergerak meninggalkan CS (customer service) yang lama,'' terang Priyo yang sudah cukup lama berkutat dengan bisnis internet.

FOTO BERSAMA: CEO Suara Merdeka Network Kukrit Suryo Wicaksono dan Direktur GMedia Priyo Suyono serta perwakilan karyawan Suara Merdeka usai seminar internal mengenai Tren Digital 2020, di Semarang, Jumat (14/2). (suaramerdeka.com / Leonardo Agung BP)

Media Sosial

Optimalisasi media sosial Instagram, Facebook hingga Youtube untuk menaikkan perfoma produk ataupun usaha juga mutlak dilakukan. Lebih banyak konten melalui video akan semakin menjanjikan untuk mendorong penjualan. Konten yang dibuat tentu saja harus kreatif dan inovatif untuk menarik minat masyarakat.

''Video bisa menaikkan  conversion rate , sering-sering saja bikin banyak video yang kontennya menarik dan membuat user mau sharing. Selanjutnya jika sudah tertata, mau gunakan influencer marketing seperti youtuber atau selebgram dan artis silakan saja tapi memang ada aspek yang harus diperhatikan,'' papar pengurus Kadin Jateng ini.

Dia pun juga meminta untuk tidak memandang sebelah mata pengguna TikTok karena saat ini ada 500 juta pengguna aktif dan aplikasi ini sudah diunduh 1,5 miliar kali. Dengan usia pengguna antara 16-24 tahun yang itu berarti masuk kategori milenial, merupakan market potensial untuk digarap lebih serius.

''Perusahaan GMedia yang merupakan internet service provider targetnya corporate tetapi banyak kegiatan dengan segmen milenial yang dilakukan. Bagi kami mereka itu adalah  future market  yang ingin kami tanamkan branding GMedia sedini mungkin sehingga saat mereka mulai bekerja dan memiliki posisi, brand ini akan lekat dalam pikiran mereka,'' imbuh Priyo.

Sementara itu, Kukrit Suryo Wicaksono menyampaikan, perlunya menggarap konten yang inovatif dan kreatif karena bagaimanapun itu adalah satu kekuatan untuk bisa bertahan dan berkembang lebih maju. Ini juga berlaku untuk semua bidang usaha termasuk juga media supaya membuat konten-konten yang menarik dan bermanfaat bagi para pembacanya.

''Tren di luar negeri rupanya efektivitas beriklan di koran digital mulai ditinggalkan di negara maju karena fungsi edukasi bisa lebih maksimal di (media) cetak,'' terang Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Jawa Tengah ini.

 


(Modesta Fiska/CN30/SM Network)