• KANAL BERITA

Tergiur 2 Kg Emas, Uang Rp 18,79 Juta Amblas

BARANG BUKTI: Kapolres Kebumen AKBP Rudy Cahya Kurniawan menunjukkan barang bukti uang dan emas palsu di Mapolres Kebumen, Jumat (14/2). (suaramerdeka.com/Supriyanto)
BARANG BUKTI: Kapolres Kebumen AKBP Rudy Cahya Kurniawan menunjukkan barang bukti uang dan emas palsu di Mapolres Kebumen, Jumat (14/2). (suaramerdeka.com/Supriyanto)

KEBUMEN, suaramerdeka.com - Penipuan dengan berkedok penarikan emas batangan masih saja terjadi. Korbannya adalah Suwartono (63) warga Dukuh Binangun Kelurahan/Kecamatan Karanganyar Kebumen.

Lantaran tergiur iming-iming akan mendapatkan emas batangan 2 kg dari orang "pintar", Suwartono justru kehilangan uangnya Rp 18,79 juta. Bagaiman tidak, emas batangan hasil penarikan tersebut ternyata bukan emas asli melainkan kuningan.

Seorang warga Desa Grenggeng, Karanganyar, Kebumen bernama Wijaya Ginanjar (58) yang dikenal sebagai dukun itu pun dilaporkan ke polisi. Sang dukun berhasil ditangkap polisi dan hingga, Jumat (14/2) masih dalam proses penyidikan aparat Polsek Unit Reskrim Polsek Karanganyar, Polres Kebumen.

Kapolres Kebumen AKBP Rudy Cahya Kurniawan mengatakan, selain mengamankan tersangka, pihaknya juga mengamankan sejumlah barang bukti antara lain dua batangan warna kuning emas bertuliskan Union Bank Switzerland LM 999.9 UL.2743 Swiss panjang 17,5 cm dan lebar 4 cm.

Satu batangan warna kuning emas depan bergambar Soekarno dan belakang bergambar Pancasila panjang 6,5cm lebar 4cm serta satu koin warna kuning emas depan bergambar Soekarno dan belakang bergambar Pancasila. Kemudian empat koin warna kuning emas depan bergambar Soekarno dan berlakang bergambar Pancasila.

"Tersangka dijerat dengan pasal Pasal 378 KUHP tentang penipuan dengan ancaman empat tahun penjara," ujar AKBP Rudy Cahya didampingi Kapolsek Karanganyar AKP Kusnadi dan Kasubag Humas Iptu Tugiman.

Kronologi Kejadian

Kejadian penipuan itu bermula saat tersangka datang ke rumah korban dan mengatakan bahwa ada emas 2 kg lebih yang menunggu emas minta diangkat karena ingin pulang. Kemudian terlapor minta persyaratan berupa mahar uang dan kembang tujuh rupa.

Selanjutnya, Senin (6/1) pelapor memberikan mahar tersebut kepada terlapor dan tersangka berpura-pura melakukan ritual di kamar milik korban. Setelah keluar tersangka meminta kepada korban agar membuka bungkusan yang berupa emas tersebut pada Jumat (7/2).

Pada saat waktu yang ditentukan tiba korban membuka bungkusan yang diberikan tersangka. Ternyata emas yang diberikan oleh tersangka bukan emas asli tapi kuningan. Atas kejadian tersebut korban mengalami kerugian sebesar Rp 18,79 juta.

Adapun penangkapan tersangka dilakukan saat Rabu (12/2) Unit Reskrim Polsek Karanganyar mendapat informasi bahwa pelaku datang lagi ke rumah korban. Selanjutnya Unit Reskrim Polsek Karanganyar dipimpin Kanit Reskrim Aiptu Suparjo dan anggota segera mendatangi dan menangkap pelaku kemudian. Pelaku dibawa ke Polsek Karanganyar untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.


(Supriyanto/CN39/SM Network)