• KANAL BERITA

Warga Berebut Bawang Bulog Rp 34.000/Kg

OPERASI PASAR : Pegawai Bulog Cabang Pekalongan membawa bawang putih dalam operasi pasar keliling Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Kota Tegal di Balai Kecamatan Tegal Selatan.
OPERASI PASAR : Pegawai Bulog Cabang Pekalongan membawa bawang putih dalam operasi pasar keliling Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Kota Tegal di Balai Kecamatan Tegal Selatan.

TEGAL, suaramerdeka.com - Puluhan warga Kecamatan Tegal Selatan, beramai-ramai membeli bawang putih dan kebutuhan pokok yang disediakan Kantor Bulog Cabang Pekalongan dalam operasi pasar keliling Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Kota Tegal, Jumat (14/2).

Bawang putih 140 kilogram, baik lokal maupun impor, habis terjual dengan harga Rp 34.000 per kilogram. Operasi pasar (OP) itu untuk menstabilkan harga bawang putih yang sempat bertengger di angka Rp 59.000 per kilogram.

Kepala Kantor Perwakilan BI Tegal, M Taufik Amrozy mengatakan, operasi pasar (OP) untuk mengendalikan inflasi di Kota Tegal yang masuk tiga terendah se-Jawa Tengah 2019. “Dikhawatirkan lonjakan harga memengaruhi inflasi, sehingga kita lakukan OP bersama instansi terkait,” ujar Taufik.

Harga bawang putih mulai meroket tak terkendali pada 3 Februari 2020. Dimulai dari harga Rp 34.000 per kilogram naik menjadi Rp 40.000 per kilogram. Hingga puncaknya, harga tertinggi bawang putih di Kota Tegal Rp 59.000 per kilogram.

Namun demikian, setelah dilakukan operasi pasar TPID yang terdiri atas Bank Indonesia, Perum Bulog serta Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian (Disnakerin) awal pekan lalu, terjadi penurunan harga signifikan.

“Alhamdulillah ada penurunan signifikan. Dari semula Rp 59 ribu, turun menjadi Rp 49 ribu di tanggal 12 Februari 2020. Terakhir kemarin, 13 Februari 2020, kembali turun Rp 46 ribu per kilogram,” katanya.

Sementara itu, General Manager Bulog Cabang Pekalongan, Arie Apriyansyah mengemukakan, operasi pasar keliling bergerak atas nama TPID untuk menstabilkan harga bawang putih. Selain bawang putih, disediakan beras, tepung, daging kerbau dan komoditas bahan pangan lainnya.

Untuk beras kualitas medium dan premium dijual dengan harga di bawah Harga Eceran Tertinggi (HET). Adapun beras medium dijual Rp 8.400 hingga 8.500 per kilo dengan HET Rp 9.450. Sedangkan beras premium dijual Rp 10.500 per kilogram dengan HET Rp 12.400. “Bawang putih kita jual Rp 34.000 per kilogram. Kita batasi untuk satu orang maksimal dua kilogram saja,” katanya.

Salah seorang warga, Rusmini (46) berharap, Pemerintah Kota (Pemkot) Tegal hendaknya rutin menggelar operasi pasar. Terlebih, pada saat mendekati bulan Ramadan harga kebutuhan pokok dipastikan melonjak secara perlahan.

“Sangat disayangkan gula pasir tidak ada. Padahal harganya naik Rp 13.000 per kilogram. Biasanya hanya Rp 11.000 saja,” kata warga RT 05/ RW 02, Kelurahan Bandung ini.


(Rep/CN34/SM Network)