• KANAL BERITA

Inovator ‘’Kapal Selam’’ Diusulkan Kalpataru

TINJAU : Tim verifikasi saat mendatangi lokasi bioreactor kapal selam kemarin.
TINJAU : Tim verifikasi saat mendatangi lokasi bioreactor kapal selam kemarin.

PATI, suaramerdeka.com - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Pati mengusulkan Muhammad Sobri, inovator biorekaktor kapal selam sebagai penerima penghargaan Kalpataru. Sobri menjadi salah satu dari 14 nominator peraih Kalpataru tingkat Jawa Tengah 2020.

Kepala DLH Kabupaten Pati Purwadi menyebut Sobri diusulkan untuk kategori pembina lingkungan. Tim DLH telah terjun ke lapangan untuk verifikasi penerima penghargaan Kalpataru tahun 2020 di Pati, Kamis (14/2).

Tim terdiri atas Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi Jawa Tengah, Setda Provinsi Jateng, Dinas Kelautan dan Perikanan Jateng, serta perwakilan dari LSM dan Akademisi di lingkungan Propinsi Jateng sempat meninjau teknologi karya Sobri.

Purwadi mengatakan pihaknya mengusulkan Sobri sebagai salah satu calon penerima penghargaan Kalpataru. Sesuai aturan, penghargaan itu harus diusulkan dan bukan nominatornya yang mengajukan diri.

‘’Untuk kategori Pembina Lingkungan itu lebih kepada seseorang yang mampu melestarikan fungsi lingkungan, mempunyai pengaruh dan prakarsa untuk penyadaran dan peringkatan peran serta menemukan teknologi baru yang ramah lingkungan,’’ katanya.

Dia juga menilai jika Sobri telah memiliki sejumlah prestasi baik di tingkat Jawa Tengah dan nasional. Seperti halnya penghargaan krenova teknologi tepat guna Jateng, penghargaan Kemenristekdikti, dan sukses mengantarkan Desa Langse sebagai wakil Jateng dalam lomba desa mandiri energi.

Temuan bioreactor kapal selam karya Sopri diakui mampu mengubah limbah kotoran ternak seperti sapi, kambing, ayam, dan kelinci menjadi beragam hal bermanfaat. Seperti pupuk, gas metana, dan dekomposer.

Pupuk yang dihasilkan berbentuk cair dan padat dan bisa digunakan untuk 10 hektare lahan di sekitar bioreaktor. Sementara gas hasil pengolahan kotoran ternak itu bisa diubah menjadi berbagai energi, baik untuk listrik maupun bahan bakar traktor.

Sedikitnya 32 lampu penerangan Jalan Langse-Gembong dihidupkan dengan gas tersebut. ‘’Selain itu, juga untuk menghidupkan pompa air dan mesin diesel dengan daya 10 ribu watt.’’

Mungkin ini bisa menjadi solusi untuk peternakan. Persoalan bau kotoran bisa teratasi. Kotoran bisa digunakan untuk sumber energi. ‘’Tentu lebih hemat energi, tidak perlu menggunakan elpiji. Sangat efisien,’’ ujar Sobri.


(Beni Dewa/CN34/SM Network)