• KANAL BERITA

Alokasi Pupuk Subsidi Dikurangi

foto: istimewa
foto: istimewa

SLEMAN, suaramerdeka.com - Alokasi pupuk subsidi untuk Kabupaten Sleman tahun ini berkurang hingga hampir separo, terutama jenis urea dan NPK. Pada 2020 ini, pupuk urea hanya dialokasikan sebesar 5.804 ton sedangkan NPK 3.151 ton. Kuota jenis pupuk subsidi lainnya juga berkurang. Masing-masing SP36 sebanyak 390 ton, ZA 944 ton, dan organik 317 ton.

"Di RDKK (rencana definitif kebutuhan kelompok), kami ajukan 12.000 ton tapi pada akhirnya aokasi yang menentukan adalah pemerintah pusat. Dihitung berdasar serapan di provinsi dan kabupaten, serta potensi tanam," kata Kepala Seksi Bina Produksi Tanaman Dinas Pertanian, Pangan, dan Perikanan (DP3) Sleman Sumarno, Jumat (14/2).

Meski alokasi berkurang drastis, petani diminta tidak khawatir karena pemkab bisa mengajukan realokasi ke pusat melalui pemprov. "Tiap tahun ada realokasi. Biasanya turun di bulan Oktober-Desember, imbuh dia.

Serapan pupuk tertinggi umumnya berlangsung di bulan Januari dan April atau saat awal musim tanam. Dengan adanya pengurangan alokasi pupuk subsidi ini diharapkan petani bisa menggunakan pupuk non subsidi buatan sendiri maupun pabrikan. Namun di lain sisi, selisih harga antara produk subsidi dan non subsidi, cukup tinggi.

Contohnya urea yang merupakan jenis pupuk yang paling banyak digunakan oleh petani. Untuk membeli produk urea yang disubsidi, petani cukup menebus Rp 1.800 per kilogram sedangkan harga non subsidi mencapai Rp 5.900.

Ketua Forum Petani Kalasan, Janu Riyanto mengaku keberatan dengan keputusan pemerintah mengurangi alokasi pupuk. Sebab dikhawatirkan akan berimbas terhadap pengurangan hasil panen.

"Sebelumnya saja, stok pupuk sering terlambat datang. Sekarang dikurangi, beban  petani jadi semakin berat," ucapnya.

Sebelum ini, pihaknya pernah mengusulkan kepada pemerintah agar gapoktan juga diberi kewenangan mengelola pupuk. Mengingat, angka kebutuhan pupuk sering berubah sementara stok di tingkat pengecer, minim.


(Amelia Hapsari/CN34/SM Network)