• KANAL BERITA

Rayakan Valentine Day dengan Deklarasi Gerakan Tanpa Plastik

Guru dan siswa SMK Al Mina, Desa Jetis, Bandungan, Kabupaten Semarang mencanangkan deklarasi Al Mina Say No To Plastic di halaman sekolah mereka, Jumat (14/2) pagi. (sm/dok)
Guru dan siswa SMK Al Mina, Desa Jetis, Bandungan, Kabupaten Semarang mencanangkan deklarasi Al Mina Say No To Plastic di halaman sekolah mereka, Jumat (14/2) pagi. (sm/dok)

BANDUNGAN, suaramerdeka.com - Momentum Hari Kasih Sayang atau Valentine Day tidak harus identik dengan kasih sayang antar sesama manusia. Namun juga bisa diwujudkan dengan kasih sayang kepada bumi. Hal itu digelar oleh siswa dan guru SMK Al Mina, Desa Jetis, Bandungan, Kabupaten Semarang.

“Kami menggelar Deklarasi Al Mina Say No To Plastic, dengan begitu kami yakin seluruh siswa akan lebih menyayangi bumi dengan mengedepankan gerakan tanpa plastik di lingkungan sekolah,” kata, Kepala Sekolah SMK Al Mina, Nikma Lailatulqodariyati, Jumat (14/2) pagi.

Berbicara kesadaran akan cinta lingkungan, ia menyampaikan, saat ini terus disosialisasikan karena kemasan plastik dinilai dapat merusak alam mengingat karakternya yang susah atau bahkan tidak bisa terurai.

“Mulai hari ini, seluruh siswa SMK Al Mina diharuskan membawa botol minuman dari rumah. Harapannya ini bisa menjadi kebiasaan sehingga perlahan dapat mengurangi sampah plastik,” tegas dia.

Apabila ada siswa maupun guru yang melanggar, menurutnya wajib menanggung hukuman. Adapun bentuk hukumannya bervariasi untuk setiap pelanggaran. Mulai dari teguran, membersihkan lingkungan sekolah dari lantai satu hingga lantai tiga, sampai keliling hukuman memungut sampah plastik di seluruh lahan milik yayasan seluas 1,2 hektare tersebut.

“Itu semua sudah menjadi kesepakatan antara guru dan siswa,” imbuh dia.

Salah satu siswi kelas XI Jurusan Desain Komunikasi Visual SMK Al Mina, Restu Ajeng Sabilillah mengungkapkan, gerakan tanpa plastik yang digagas pihak sekolah mendapat respons positif dari kalangan siswa karena dia bersama teman-temannya memandang gerakan ini sangat bagus untuk menjaga kebersihan lingkungan sekolah. Ajeng berharap dengan pengurangan sampah khususnya sampah plastik, kedepan bakal berdampak pada lingkungan sekolah yang semakin bersih, sejuk, dan tidak menimbulkan polusi.

“Biasanya kalau beli minuman kemasan, kan langsung dibuang dan sampahnya tercecer. Itu menurut kami yang bisa membuat malu kalau ada tamu datang ke sekolah,” ungkapnya.


(Ranin Agung/CN34/SM Network)