• KANAL BERITA

Rombongan Bupati Ziarah ke Makam R Joko Kaiman

Pendiri Banyumas Dikenal Berjiawa Rela Berkorban

BERBAGI KEBERKAHAN: Bupati Achmad Husein bersama rombongan, usai prosesi ziarah memberikan uang pecahan kepada warga sekitar yang rela antre di sekitar makam Dawuhan, sebagai tanda berbagai keberkahan di Hari Jadi ke-449 Banyumas, Jumat (14/2). (suaramerdeka.com/Agus Wahyudi)
BERBAGI KEBERKAHAN: Bupati Achmad Husein bersama rombongan, usai prosesi ziarah memberikan uang pecahan kepada warga sekitar yang rela antre di sekitar makam Dawuhan, sebagai tanda berbagai keberkahan di Hari Jadi ke-449 Banyumas, Jumat (14/2). (suaramerdeka.com/Agus Wahyudi)

BANYUMAS, suaramerdeka.com - Jajaran Pemkab dan DPRD Banyumas bersama Forkompinda maupun berbagai elemen masyarakat melakukan ziarah ke makam Raden Joko Kaiman, pendiri Kabupaten Banyumas, di Desa Dawuhan Kecamatan Banyumas, Jumat (14/2).

Ziarah yang merupakan rangkaian peringatan Hari Jadi ke-449 Kabupaten Banyumas ini dipimpinan Bupati Achmad Husein dan Ketua DPRD Budhi Setiawan. Ziarah ini untuk  mendoakan bupati pertama Banyumas ini serta menaburkan bunga di pusara pendiri Banyumas tersebut.

"Tujuan kami dan rombongan adalah mendoakan Raden Djoko Kaiman atau Adipati Mrapat, Bupati pertama Banyumas yang sudah mendirikan Banyumas hingga saat ini,” kata Husein.

Ziarah diawali dengan tahlilan yang dipimpin oleh juru kunci makam, Sukirman. Bupati didampingi wakil bupati  Ketua Lastiono, Ketua Komisi II DPRD Subagyo, Sekda Wahyu Budi Saptono dan anggota Forkompinda, berada di cungkup makam mereka memanjatkan doa bersama.

Ziarah diakhiri tabur bunga di pusara makam Raden Djoko Kaiman yang dipimpin oleh Bupati Achmad  Husein diikuti undangan lainya.

Bupati menyampaikan, Banyumas bisa seperti sekarang berkat pengabdian, perjuangan dan kerja keras pada bupati terdahulu. Menurutnya Raden Joko Kaiman mempunyai jiwa yang kesatria dan tidak mementingkan diri sendiri. Ketika mendapat hadiah dari Sultan Pajang Hadiwijaya berupa Penobatan sebagai Adipati Warga Utama II, tapi karena keiklasannya beliau membagi wilayah kekuasaanya menjadi 4 kepada saudara-saudaranya yang lain.

“Jiwa kesatria dan rela berkorban inilah yang patut kita tauladani," ungkapnya.

Dalam kesmepatan itu, Bupati juga mengajak agar acara ziarah ini dapat diambil manfaat di samping  untuk mengenang jasa bupati terdahulu juga sebagai intropeksi diri, dan rasa untuk menghargai para pendahulu.

Bagikan Uang

Usai acara prosesi ziarah,  seperti kebiasan sebelumnya rombongan bupati kemudian membagi- bagikan uang kepada warga sekitar yang sudah berjejer kanan-kiri di depan makam.
Sebagian warga saling berdeskan meskipun sudah diatur untuk menerima secara berurutan uang pecahan Rp 20.000 dan Rp 10.000 yang sudah disiapkan.

Pemberian uang ini sebagai simbol berbagi rejeki untuk keberkahan bersama serta pertanda kecintaan pemimpian kepada rakaytanya. Tradisi ini rutin berlangsung setiap tahun meskipun bupati dan wakil bupatinya berganti.

Usai  berziarah, Bupati dan rombongan melanjutkan perjalan ke Pendapa Duplikat Pendapa Sipanji Kecamatan Banyumas, untuk mengadakan tasyakuran dan menyaksikan pagelaran wayang ruwatan.

 


(Agus Wahyudi/CN19/SM Network)