• KANAL BERITA

Pembelajaran HOTS dan STEAM di KB-TK Nasima

REVOLUSI BELAJAR: Dr Sri Dewanti MPd (duduk tengah) bersama guru-guru KB-TK Nasima menunjukkan aneka media pembelajaran di sekitar yang dapat dimanfaatkan untuk pembelajaran yang lebih kreatif dan menarik dalam IHT guru KB-TK Nasima, belum lama ini. (suaramerdeka.com/Agus Fathuddin)
REVOLUSI BELAJAR: Dr Sri Dewanti MPd (duduk tengah) bersama guru-guru KB-TK Nasima menunjukkan aneka media pembelajaran di sekitar yang dapat dimanfaatkan untuk pembelajaran yang lebih kreatif dan menarik dalam IHT guru KB-TK Nasima, belum lama ini. (suaramerdeka.com/Agus Fathuddin)

SEMARANG, suaramerdeka.com - Menjelang masa pembelajaran semester genap tahun pelajaran 2019/2020 KB-TK Nasima menyelenggarakan kegiatan In House Training (IHT) bagi semua gurunya, belum lama ini. IHT dilaksanakan di ruang Yogyakarta KB-TK Nasima, Jalan Puspanjolo Tengah Raya 69 Semarang. Pelatihan selama dua hari tersebut diikuti 15 orang guru.

Kepala KB-TK Nasima, Nur Anisah SS MPd menjelaskan, kegiatan itu bertujuan peningkatan kompetensi guru secara berkesinambungan. Beberapa  materi merupakan penguatan kompetensi yang terkait dengan pengelolaan administrasi pembelajaran dan peningkatan layanan kependidikan kepada peserta didik maupun orang tua.

“Evaluasi dan perbaikan harus selalu dilakukan untuk meningkatkan mutu dan layanan kepada peserta didik dan orang tua terutama yang terkait dengan kegiatan belajar mengajar, “ jelas Nur Anisah.

Fasilitator inti IHT adalah Dosen PGPAUD Unnes sekaligus Anggota Pengawas YPI Nasima, Dr Sri Dewanti Handayani MPd dan Koordinator IT Sekolah Nasima, Abdul Rozaq SKom.

Sri Dewanti mengawali materi dengan paparan tentang dampak Revolusi Industri 4.0 terhadap dunia pendidikan, khususnya di Indonesia. Sederet upaya perlu dipersiapkan, misalnya dengan memperkaya inovasi model atau metode pembelajaran.

Salah satu yang aktual adalah model pembelajaran  Science,  Technology,  Engineering,  Art,  and Math  (STEAM). STEAM adalah sebuah pendekatan pembelajaran terpadu yang mendorong siswa untuk berpikir lebih luas tentang masalah di dunia nyata. STEAM juga mendukung pengalaman belajar yang bermakna dan membekali peserta didik tentang pemecahan masalah, serta berpendapat bahwa sains, teknologi, teknik, seni dan matematika saling terkait.

Dalam STEAM, sains dan teknologi dapat diartikan melalui seni dan teknik, termasuk juga komponen matematika.

Menurut Dewanti, guru harus memiliki keterampilan proses yang baik dalam pembelajaran. Guru perlu menyajikan pembelajaran yang mampu memberikan pengalaman belajar yang bermakna dan menyenangkan bagi siswa.

Pembelajaran berpusat pada siswa (student center) dan merangsang siswa untuk menyelesaikan masalah. Peran guru dalam pembelajaran bukan hanya sebagai sumber belajar, tapi juga sebagai fasilitator.

“Pendekatan saintifik, pembelajaran abad 21 (4C), Higher Order Thinking Skills (HOTS), dan pembelajaran kontekstual bukan hal yang baru bagi guru. Sekarang sedang trend STEAM. Secara sadar ataupun tidak sebenarnya hal tersebut sudah dilakukan, hanya perlu lebih ditegaskan lagi dalam  pembelajaran dan hasilnya dilakukan melaui penilaian otentik yang mampu mengukur ketercapaian kompetensi peserta didik,” tutur Sri Dewanti.

SIA Nasima

Pembelajaran berbasis IT bagi anak usia dini juga menjadi materi menarik. Abdul Rozaq SKom menyampaikan materi secara sersan atau serius tapi santai, sehingga para peserta tidak malu bertanya jika ada yang belum dipahami.

IT UNTUK ANAK USIA DINI: Abdul Rozaq SKom (kiri) menyampaikan materi IT untuk anak usia dini dalam IHT guru KB-TK Nasima. (suaramerdeka.com/Agus Fathuddin)

Pada sesi ini guru KB-TK perlu memiliki keterampilan TIK yang memadai. Guru harus memiliki akses teknologi digital, serta memiliki pengetahuan dan keterampilan dalam menggunakan media pembelajaran digital tersebut.

“Anak-anak sekarang dan masa depan, termasuk anak usia dini akrab dengan dunia digital. Mereka bisa belajar atau memperoleh pengetahuan apapun dari gawai mereka. Di sinilah peran orang tua dan guru diperlukan untuk membimbing anak usia dini agar memiliki kemampuan literasi digital serta dasar karakter yang memadai,” kata Abdul Rozaq.

Abdul Rozaq menambahkan, bahwa IT juga dapat digunakan untuk membantu guru dalam melaksanakan tugas administrasi, seperti jurnal mengajar, pembuatan rangkuman penilaian mingguan, bulanan, semesteran, dan kalimat narasi.

Guru juga bisa menyusun rencana pembelajaran termasuk penyediaan sumber belajar multimedia yang efektif dan menarik.

Pada akhir materi Abdul Rozaq menyampaikan sosialisasi tentang Sistem Informasi Akademik Sekolah Nasima atau SIA NASIMA. Di dalamnya berisi fitur-fitur yang memudahkan warga Sekolah Nasima untuk mengelola dan memperoleh segala informasi akademik secara komprehensif.

Pimpinan sekolah, guru, tenaga kependidikan, peserta didik, dan orang tua peserta didik secara tersistem dapat mengakses SIA NASIMA sesuai kebutuhan masing-masing terkait kependidikan di Sekolah Nasima.

“RPP, jurnal mengajar, presensi, asesmen, rapor, narasi kompetensi, sikap, termasuk keuangan terintegrasi dalam sistem yang akan total digunakan mulai tahun pelajaran 2020/2021”, tambah Rozaq


(Agus Fathuddin/CN19/SM Network)