• KANAL BERITA

Belajar Matematika Gunakan Puzzle

BERMAIN DAN BELAJAR: Mahasiswa UNY mengajak anak-anak kelas 1 belajar dan bermain menggunakan puzzle agar lebih mudah memahami matematika.(suaramerdeka.com/Agung PW)
BERMAIN DAN BELAJAR: Mahasiswa UNY mengajak anak-anak kelas 1 belajar dan bermain menggunakan puzzle agar lebih mudah memahami matematika.(suaramerdeka.com/Agung PW)

YOGYAKARTA, suaramerdeka.com - Anak-anak kelas 1 SD mengalami masa penting. Pasalnya, di usia inilah peralihan dari era taman kanak-kanak ke sekolah dasar yang merupakan lingkungan baru. Anak kelas 1 pada usia 6-7 tahun sudah mulai memperoleh pembelajaran yang mengasah kemampuan kognitif. Kegiatan awal yang mereka jalani yakni membaca, menulis dan menghitung.

''Kegiatan itu salah satu aktivitas yang penting dalam proses pembelajaran. Semua proses pembelajaran berawal dari membaca. Setelah bisa membaca anak-anak bisa menulis kemudian menghitung. Kegiatan membaca dan menghitung, tentunya masih tahap awal untuk pemula yang disesuaikan dengan umur dan karakter perkembangan peserta didik,'' papar mahasiswa PGSD Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Yogyakarta, Indah Kartika Islammi mewakili teman-temannya.

Ia dan beberapa teman, Ulfa Harila Putri Shabrin, Amalia Putri Hapsari dan Mugi Purnama membuat media pembelajaran berupa permainan guna membantu anak kelas 1 SD belajar terutama yang selama ini dianggap momok yakni matematika. Pada dasarnya pembelajaran matematika bukan pembelajaran yang membosankan. Perlu metode khusus agar anak bisa menyukai matematika.

''Kami menggagas permainan puzzle sebagai upaya menunjang keterampilan berhitung. Puzzle juga  melatih anak berkonsentrasi dan berfikir. Dengan media tersebut siswa akan tertarik dan belajar sembari bermain,'' tuturnya.

Uji Coba

Menurutnya pembelajaran berhitung atau matematika masih menjadi sesuatu yang menakutkan di kalangan anak-anak kelas 1.Ia dan teman-temannya telah mengujicobakan di SDN 1 Petir Yogyakarta dan siswa menyukainya.

Tim mengembangkan media dengan konsep enactik atau membelajarkan matematika dengan bantuan gambar. Konsep ini digunakan dengan mempertimbangkan karakteristik dan kemampuan siswa kelas 1. Isi puzzle, angka 1-10 disertai gambar bola untuk memudahkan menghitung. Gambar bola diambil dengan pertimbangan menyesuaikan dengan tema yang ada.

Selain itu disediakan alternatif jawaban dengan menghadirkan angka 1-20 beserta kata matematikanya (satu, dua, tiga, dan seterusnya). Pembuatan media melibatkan saran dari berbagai pihak seperti dosen pembimbing dan guru. Produk awalnya didesain sesuai dengan tema yang diajarkan, dilanjutkan mendesain latar belakang, desain puzzle dengan menggunakan corel draw X7.

Puzzle memperhatikan karakteristik media visual seperti pemilihan warna, komposisi, dan proporsi. Dalam mendesain peneliti juga memperhatikan karakteristik siswa. Siswa tertarik menggunakan media puzzle yang sudah disiapkan oleh tim. Selain itu, materi matematika yang dimuat sudah sesuai dengan pembelajaran siswa, sehingga ketika siswa  mempelajari materi angka menggunakan media puzzle dapat terbantu. Siswa tidak merasa kesulitan bagaimana menggunakan media pembelajaran.


(Agung Priyo Wicaksono/CN19/SM Network)