• KANAL BERITA

Relawan Dompet Dhuafa Purwokerto Gelar Aksi Sehat Desa Suro

MEWARNAI: Sejumlah anak didampingi ibunya mewarnai gambar dalam kegiatan ASHIAP !  yang digelar Dompet Dhuafa Volunteer Purwokerto di Desa Suro. (suaramerdeka.com / dok)
MEWARNAI: Sejumlah anak didampingi ibunya mewarnai gambar dalam kegiatan ASHIAP ! yang digelar Dompet Dhuafa Volunteer Purwokerto di Desa Suro. (suaramerdeka.com / dok)

BANYUMAS, suaramerdeka.com – Kemajuan desa dapat menggerakkan ekonomi serta dapat memberantas  kemiskinan melalui kreasi-kreasi produktif muncul dari desa. Berada di pinggiran Kota Purwokerto, Desa Suro merupakan salah satu desa di Kecamatan Kalibagor Kab. Banyumas, dengan berbagai permasalahan seperti ekonomi dan akses fasilitas kesehatan. Desa Suro akan menjadi salah satu pilot project Layanan Kesehatan Cuma-Cuma berupa Program Kawasan Sehat berbasis RW. Kamis (13/2)

"Bahwa kegiatan ini melibatkan kader dan ibu yang memiliki balita untuk dapat memantau tumbuh kembang anak melalui Pemeriksaan Berat Badan, Tinggi Badan dan DDST (Denver Development Screening Test)," kata Aan Julianto selaku Kordinator program Kesehatan LKC .

Selasa (11/2) lalu, kegiatan ini melibatkan unsur relawan Dompet Dhuafa Volunteer Purwokerto (DDV) melakukan kegiatan bertajuk ASHIAP ! (Aksi Sehat Ibu dan Anak Purwokerto). Aksi perdana ini dilakukan berupa assesment, sosialisasi dan edukasi serentak oleh puluhan relawan kesehatan serta kader-kader Posyandu setempat. Pada intervensi kawasan sehat nanti akan ada beberapa indikator capaian sebagai sebuah kawasan sehat. Salah satu indikatornya adalah kesehatan ibu dan baduta.

Hasil assesment dan pengukuran akan menjadi data dasar intervensi program kesehatan ibu dan anak dalam mencegah stunting dan mendukung pencapaian SDGs bidang kesehatan. Aksi Layanan Sehat merupakan salah satu unit layanan luar gedung dari LKC Dompet Dhuafa yang memberikan pelayanan kesehatan dasar dan kesehatan lingkungan. Fokus kegiatan dilakukan di wilayah yang membutuhkan akses layanan dan banyak terdapat masyarakat tidak mampu.


(Andika Primasiwi/CN26/SM Network)