• KANAL BERITA

PLN Gombong Kenalkan Kompor Induksi Melalui Lomba Masak

Para peserta antusias mengikuti lomba memasak menggunakan kompor induksi yang digelar PLN ULP Gombong di Lapangan Manunggal Gombong, Minggu (2/2). (suaramerdeka.com/Supriyanto)
Para peserta antusias mengikuti lomba memasak menggunakan kompor induksi yang digelar PLN ULP Gombong di Lapangan Manunggal Gombong, Minggu (2/2). (suaramerdeka.com/Supriyanto)

GOMBONG, suaramerdeka.com - PT PLN (Persero) Unit Layanan Pelanggan (ULP) Gombong terus mensosialisasikan dan mengedukasi penggunaan kompor induksi kepada masyarakat. Sosialisasi dilakukan melalui lomba memasak nasi goreng menggunakan kompor yang menggunakan energi listrik tersebut.

Kegiatan yang berlangsung di Lapangan Manunggal Gombong, Minggu (2/2) itu bersamaan dengan event Gombong Expo 2020. Acara dimulai dengan senam bersama yang diikuti sejumlah komunitas di Gombong salah satunya komunitas Beramal sambil Bernyanyi (BnB).

Lomba memasak diikuti oleh lima tim, masing-masing tim beranggotakan dua orang. Pihak panitia sudah menyediakan peralatan maupun bahan masakan dan bumbu-bumbu. Dengan bahan-bahan yang tersedia peserta mendapatkan tantangan untuk memasak kreasi nasi goreng.

Di sela-sela memasak, para peserta mendapatkan informasi berbagai keunggulan kompor induksi dibandingkan dengan kompos gas. Selain itu, juga diinformasikan sejumlah fitur yang ada di kompor induksi. Para peserta yang baru pertama kali menggunakan kompor induksi sangat antusias mengikuti acara itu.

Dalam acara itu, PLN ULP Gombong juga mengenalkan sepeda motor listrik kepada masyarakat. Beberapa warga mencoba memakai sepeda motor listrik tersebut.
    
Lebih Hemat

Manager PLN ULP Gombong, Nila Dewanti menyampaikan, bahwa pihaknya melakukan sosialisasi melalui agresif selling dengan membuka stan di Gombong Expo 2020. Kesempatan itu dimanfaatkan untuk mensosialisasikan penggunaan listrik seperti pengenalan kompor induksi dan sepeda motor listrik.

"Memasak menggunakan kompor induksi lebih hemat, berisiko rendah, lebih ramah lingkungan dan praktis serta lebih mudah," ujar Nila Dewanti, di sela-sela kegiatan.

Menurut Nila Dewanti kompor induksi membutuhkan daya listrik 500 watt, penggunaan KWh selama satu jam 0,5 KWh atau senilai Rp 734,-. Sedangkan jika menggunakan energi lain dibutuhkan Rp 1.700,-.

Di sisi lain, kompor induksi berisiko rendah karena tanpa api, suhu konsisten, menggunakan timer. Juga lebih ramah lingkungan lantaran tidak membuang emisi seperti CO2.

"Kompor induksi saat digunakan bisa disetting pada suhu tertentu atau durasi sekian menit akan mati sendiri. Sehingga jika ibu rumah tangga yang memasak sembari mengerjakan yang lain tidak akan rakut gosong," katanya.

Dia menambahkan, bahwa keamanan kompor induksi lebih terjamin, sebab saat digunakan disentuh atau tertumpah air kompor tidak nyetrum.


(Supriyanto/CN40/SM Network)