• KANAL BERITA

Belum Ditemukan Suspek Corona di DIY

Foto: istimewa
Foto: istimewa

YOGYAKARTA, suaramerdeka.com - Dinas Kesehatan (Dinkes) DIY memastikan sampai saat ini belum ditemukan penderita pneumonia akibat infeksi virus Corona di wilayah DIY.  Untuk kewaspadaan dini, jajaran Pemerintah DIY bekerjasama dengan Kementerian Kesehatan telah mengaktifkan surveilans di pintu masuk, serta membuat surat edaran kepada rumah sakit, puskesmas, dan klinik.

"Fasilitas kesehatan diminta untuk menyiapkan alat pelindung diri sesuai standar, dan mengatur alur rujukan jika ada pasien terduga pneumonia akibat Novel Coronavirus," papar Kepala Dinkes DIY Pembajun Setyaningastutie.

Upaya pencegahan juga dapat dilakukan sendiri oleh masyarakat. Semisal dengan menutup mulut saat bersin atau batuk, dan menggunakan masker jika menderita sakit dengan gejala infeksi saluran nafas. Selain itu, disarankan untuk segera berobat jika mendapati gejala batuk, demam, dan flu.

Dianjurkan pula sering mencuci tangan terutama setelah batuk atau bersin, sebelum dan setelah menyiapkan makanan, usai menggunakan toilet, dan setelah merawat binatang. "Cuci tangan dengan air mengalir dan sabun, kemudian bilas kurang lebih 20 detik. Jika tidak tersedia air, dapat menggunakan cairan pembersih tangan yang mengandung alkohol 70 persen," paparnya.

Merujuk informasi WHO, Coronavirus dapat menyebabkan penyakit mulai dari flu biasa hingga tingkat yang lebih parah seperti sindrom pernafasan Timur Tengah (Mers), dan sindrom pernafasan akut parah (Sers). Beberapa negara yang telah mengkonfirmasi kasus ini adalah Tiongkok, Hongkong, Thailand, Macau, Australia, Jepang, Taiwan, Prancis, Korea Selatan, Vietnam, Kanada, Nepal, serta negara tetangga Indonesia yakni Malaysia dan Singapura.

Antisipasi penularan virus Corona juga dilakukan instansi BPBD DIY. Warga yang baru datang di DIY dari negara yang sudah terkonfirmasi virus Corona, dan merasakan gejala demam, flu, dan gangguan pernafasan diminta untuk melapor ke Pusdalops BPBD DIY.

"Sebagaimana ketentuan UU Nomer 24 Tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana, epidemi dan wabah penyakit termasuk bencana non alam. Terkait hal ini, kami telah mengadakan pertemuan dengan pihak terkait," kata Kepala Pelaksana BPBD DIY Biwara Yuswantana.

Salah satu strategi yang diambil Pemerintah DIY adalah membentuk klaster kesehatan. Sejumlah instansi yang terlibat diantaranya Dinkes, Dishub, Dispar, Setda, Kantor Imigrasi, Kantor Kesehatan Pelabuhan, UGM, PMI, dan Angkasa Pura.


(Amelia Hapsari/CN26/SM Network)